Penumpang Meningkat, Bandara Tjilik Riwut Siap Hadapi Arus Balik

canalberita.com — Selama Lebaran 1443 Hijriah pada Senin dan Selasa (2-3 April 2022) kemarin, aktivitas penumpang di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah tetap ramai penumpang.

“Tercatat penumpang baik datang maupun berangkat masih di atas 1.000 orang,” kata Executive General Manager (EGM) AP II Bandara Tjilik Riwut Eries Harmawandi di Palangka Raya, Rabu 4 Mei 2022.

Berdasarkan data yang dihimpun AP II, sehari sebelum Lebaran jumlah penumpang sebanyak 1.554 orang, kemudian saat Lebaran sebanyak 1.112 orang, serta Lebaran kedua atau kemarin sebanyak 1.184 orang.

Tahapan Pilkada 2024

Secara keseluruhan, terhitung mulai tujuh hari sebelum Lebaran hingga kemarin, maka pergerakan penumpang di Bandara Tjilik Riwut mencapai hingga belasan ribu orang.

Jika dibandingkan dengan waktu normal, maka terjadi peningkatan jumlah penumpang di masa arus mudik maupun saat Lebaran. Di waktu normal rata-rata jumlah penumpang hanya berkisar antara 900-1.000 orang.

Sedangkan rata-rata pergerakan pesawat di Bandara Tjilik Riwut dalam sehari baik di waktu normal maupun arus mudik tetap sama, antara 14-18 pesawat termasuk kargo.

“Arus mudik maupun saat Lebaran di Bandara Tjilik Riwut berjalan aman dan lancar, berkat sinergi dan dukungan berbagai pihak terkait,” terangnya.

Kemudian untuk mendukung kelancaran perjalanan penumpang, Bandara Tjilik Riwut juga menyediakan Posko Terpadu Angkutan Lebaran. Selain untuk pengendalian, keberadaan posko juga untuk memonitoring dan memberi pelayanan kepada pengguna jasa dengan bersinergi dengan pemangku kepentingan lainnya, termasuk TNI dan Polri.

Selama arus mudik ini baik para penumpang maupun petugas bandara, semua mematuhi berbagai ketentuan yang berlaku, termasuk disiplin dalam penerapan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy mengatakan, dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, tersedia puluhan posko yang tersebar di kabupaten dan kota.

“Posko-posko ini merupakan sinergi dari berbagai instansi, mulai dari posko terpadu hingga pengamanan,” tuturnya.

Dia memaparkan posko ini tersebar di berbagai lokasi strategis, di antaranya bandar udara, terminal, pelabuhan, hingga perbatasan, seperti perbatasan Kalteng dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Dengan didirikannya puluhan posko yang didalamnya melibatkan berbagai perwakilan instansi terkait, diharapkan bisa membantu kelancaran arus mudik Lebaran di berbagai wilayah Kalteng tahun ini.

Posko berfungsi untuk mengawasi, mengamankan, serta memberi bantuan kepada masyarakat untuk mendukung kelancaran perjalanan.

 

(BS/CNB)