Kembangkan Potensi WBP, Lapas Palangka Raya Dukung Kerajinan Aquascape

PALANGKA RAYA, Canal Berita — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya terus mendukung dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), salah satunya adalah kerajinan seni aquascape, Jumat 10 Juni 2022.

Aquascape adalah seni menghias tanaman di dalam air yang dipadukan dengan penempatan objek seperti batu, kayu dalam wadah akuarium ataupun akrilik yang menggunakan ekosistem air tawar. Aquascape menjadi salah satu hobi yang banyak diminati ditengah masyarakat karena dari segi harga penjualan cukup menjanjikan.

Di Lapas Palangka Raya sendiri, banyak Warga Binaan yang menggemari ikan hias. Sehingga aquascape ini bisa menjadi pilihan mereka untuk mengembangkan minat, potensi, prospek dan peluang budidaya ikan hias ke depan sesuai dengan kondisi masyarakat.

Tahapan Pilkada 2024

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Barlet mengungkapkan, bahwa pihak Lapas Palangka Raya selalu mendukung potensi yang dimiliki Warga Binaan. Dengan memberikan ruang dan kesempatan, maka keterampilan pembuatan aquascape ini terus berkembang dan dapat menjadi bekal Warga Binaan pada saat bebas nanti.

“Dengan mendukung pengembangan potensi kerajinan aquascape ini, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan para Warga Binaan dalam pembuatan aquascape. Sehingga pada saat bebas nanti, keahlian ini dapat menjadi wadah penghasilan mereka. Untuk saat ini, pegawai maupun masyarakat luar bisa memesan sesuai dengan request mereka,” harap Barlet.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Palangka Raya Meldy Putera, turut mengawasi kegiatan pembinaan secara langsung. Beliau menjelaskan bahwa dalam setiap pembinaan yang dilakukan, keamanan tetap menjadi prioritas.

“Demi lancarnya sebuah kegiatan pembinaan agar berjalan tertib dan lancar. Maka kami dari pihak KPLP turut serta mengawasi dan menjaga keamanan selama pembuatan aquascape berlangsung, hal ini kita lakukan sebagai deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban,” tutup Meldy. (CNB1)