WOW!!! Di Kalteng Ditemukan 1.167 Kasus HIV AIDS

CANALBERITA.COM – Kasus HIV (Human Immunodeficiency virus) AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berdasarkan data akumulasi lima tahun terakhir hingga, sejak tahun 2017 sampai 2021 ditemukan 1.167 orang penderita.

Hal tersebut berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kalteng yang diterima oleh wartawan canalberita.com pada Rabu 6 April 2022.

Berikut datanya, Palangka Raya HIV sebanyak 172 dan AIDS sebanyak 188, Kotim HIV sebanyak 126 dan AIDS sebanyak 238, Kobar HIV sebanyak 161 dan AIDS sebanyak 92, Katingan HIV sebanyak 13 dan AIDS sebanyak 2 kasus, Sukamara HIV 1 kasus dan AIDS nihil dan Lamandau sebanyak 3 kasus dan AIDS sebanyak 7 kasus.

Tahapan Pilkada 2024

Kemudian di Kabupaten Gunung Mas HIV sebanyak 4 dan AIDS nihil kasus, Kapuas HIV sebanyak 11 kasus dan AIDS sebanyak 1 kasus, Pulang Pisau sebanyak 9 kasus dan AIDS sebanyak 7 kasus, Bartim HIV sebanyak 13 kasus dan AIDS sebanyak 23 kasus dan Barsel HIV sebanyak 4 kasus dan AIDS sebanyak 5 kasus.

Dan lanjut, Barito Utara HIV sebanyak 4 kasus dan AIDS sebanyak 38 kasus, Seruyan nihil kasus dan Murung Raya HIV sebanyak 22 kasus serta AIDS sebanyak 23 kasus.

Berdarkan data tersebut, menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kalteng, Saidah Suryani melalui Riska Ovany SKM MKes Epid selaku Pengelola Program KPA Provinsi Kalteng ditemukan tiga wilayah mengalami kasus paling tinggi yaitu Palangka Raya, Kabupaten Kotim dan Kabupaten Kobar.

“Perlu kami sampaikan, tingginya kasus HIV AIDS bukan berpatokan pada banyaknya suatu penduduk di salah satu wilayah. Hal tersebut berbalik kepada populasi penduduk yang berisiko, walaupun penduduknya banyak jika tingkat kesadaran masyarakat tinggi maka kecil juga tingkat risikonya. Istilanya begini, apabila masyarakatnya berprilaku baik maka penularan HIV IADS tidak akan terjadi,” ucap Riska Ovany.

Disampaikannya, suatu wilayah jika banyak ditemukan perusahaan sangat memiliki risiko besar ditemukannya kasus HIV IADS, sebab disekitar perusahaan cenderung ditemukan kompleks lokalisasi.

“Namun kami berupaya masyarakat bisa menyadari bahwa HIV AIDS itu sangat berbahaya, jangan dikesampingkan jika menemukan kasus seperti ini. Apabila ada gejala segera periksakan ke puskesmas terdekat karena kami jaga kerahasiaan pasien,” tutupnya. (CNB1)