Pergudangan Pemanfaatan Limbah Kelapa di MHS Kotim Akan Dihidupkan Kembali

CANALBERITA.COM – Setelah cukup lama tidak dioperasionalkan, rencananya pergudangan kerja pemanfaatan limbah kelapa yang ada di Desa Rege Lestari, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, akan direvitalisasi atau dihidupkan kembali dengan menggandeng pihak ketiga (investor).

Kita melihat potensi pemanfaatan material kelapa itu lumayan besar, namun banyak terbuang menumpuk sabut-sabut kelapa belum ada yang memanfaatkannya. Melihat hal itu, makanya kita mencoba kembali untuk merevitalisasi gudang kerja kita yang pernah ada di sana,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim Zulhaidir, Rabu 6 April 2022.

Dulunya gudang kerja milik Pemerintah Daerah yang digunakan untuk pemanfaatan limbah kelapa itu, menurut Zulhaidir tak digunakan dengan baik, karena berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan maupun angkutan.

Tahapan Pilkada 2024

Sekarang infrastruktur sudah mendukung, makanya kita coba untuk membenahi kembali gudang tersebut. Kemarin juga ada pihak ketiga yang mencoba untuk bekerjasama dengan kita, makanya kita lakukan peninjauan dulu, namun bagaimana konsep kedepannya kita diskusikan lagi,” tuturnya.

Zulhaidir menambahkan, adanya peran pihak ketiga sangat penting, sebab akan menghasilkan tenaga kerja yang tersedia, pemanfaatan material nantinya bisa jadi penghasilan bagi petani yang ada di wilayah tersebut.

Kita juga berharap ada pendapatan dari situ yang bisa di sharingkan menjadi pendapatan daerah. Jadi ada tiga hal yang kita capai dari gudang kerja itu, demikian juga sistem bagi hasil yang kita lakukan bersama pihak ketiga,” katanya.

Di pergudangan itu nantinya akan ada pengolahan cocopeat atau hasil dari penghalusan yang diolah dari sabut kelapa, yang manfaatnya bisa digunakan untuk pupuk, sofa, spring bed dari sabut kelapa dan sebagainya,” sambungnya.

Berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM), menurut Zulhaidir tidak perlu dikhawatirkan, karena masih bisa dilakukan secara sederhana dengan memberikan pelatihan kepada penduduk lokal.

Kita bekali keterampilan sebentar maka sudah bisa jalan, karena mesinnya yang digunakan juga sederhana,” pungkasnya. (BS/CNB)