GAPKI-NU Sepakat Lakukan Pendampingan Kemitraan Petani Sawit

CANALBERITA.COM – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama dengan Nahdhatul Ulama (NU) menandatangani Momurandum of Understanding (MoU) pendampingan kemitraan petani kelapa sawit warga Nahdatul Ulama (4/3/2022).

GAPKI bersama NU akan bekerja sama dalam pelaksanaan Peremajaan Sawit Rakyat bagi petani NU melalui kemitraan dengan perusahaan sawit dalam bentuk pembinaan dan pendidikan,” ungkap Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Menurut Joko, MoU ini penting agar petani kelapa sawit NU dapat terus meningkatkan produktivitas dalam budidaya kelapa sawit. “Dengan produktivitas yang lebih baik, diharapkan petani kelapa sawit lebih sejahtera,” tuturnya.

Tahapan Pilkada 2024

Produktivitas dan kesejahteraan petani, menurut Joko, sangat penting bagi perkembangan sebuah wilayah. Ia menjelaskan bahwa semakin sejahtera petani, maka roda perekonomian disebuah daerah akan lebih cepat berputar. “Dengan demikian, akan terjadi multiplier effect yang menyebabkan sektor-sektor lain yang mendukung industri sawit dan juga kebutuhan petani ikut berputar,” terang Joko.

Sementara diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, Yahya Chalil Staquf, Kerajaan Sriwijaya yang besar selama 700 tahun harus kehilangan kejayaannya karena gagal mengelola alam. Sriwijaya kalah karena gagal merawat sungai musi sehingga terjadi pendangkalan akibatnya akses Sriwijaya terhadap dunia luar  menjadi terputus.

Peradaban tidak akan bisa bertahan jika tidak bisa menjaga alam,” ungkap Pria yang biasa dipanggil Gus Yahya.

Hal inilah yang mendasari NU untuk terus menjaga jagat (alam). “Kita semua, tidak hanya di Indonesia tapi seluruh dunia, tidak akan mampu bertahan jika tidak mampu merawat alam,” tandasnya.

(sumber: infosawit.com)