Impor Minyak Sawit India Diprediksi Turun di 2022

CANALBERITA.COM – Merujuk laporan Malaysian Palm Oil Council (MPOC), produksi minyak nabati domestik di India diperkirakan akan meningkat sebesar 600 ribu ton menjadi 11,8 juta ton pada tahun 2022, terjadi karena adanya peningkatan produksi minyak lobak dan minyak mustard.

India pada Desember 2021 lalu, mengeluarkan kebijakan mengizinkan impor minyak sawit olahan hingga Desember 2022 dan memangkas pajak impor hingga Maret untuk menurunkan harga minyak nabati yang mendekati rekor tertinggi. “Kebijakan ini akan mempengaruhi pola pembelian industri minyak nabati India dan juga akan berdampak pada dinamika impor minyak sawit di India,” kata Chief Executive Officer (CEO) MPOC, Wan Aishah Wan Hamid.

Tercatat impor minyak sawit India diperkirakan akan menurun menjadi 8,1 juta ton pada 2022, dari 8,5 juta ton di tahun 2021. Sementara impor kedelai diprediksi meningkat menjadi 3,2 juta ton dari 3,1 juta ton pada 2021, serta impor minyak bunga matahari juga tercatat bakal naik menjadi 1,9 juta ton dari 1,8 juta ton selama tahun 2021 lalu

Sementara itu, impor minyak nabati India pada 2022 diperkirakan turun 2% karena negara itu akan meningkatkan produksi dalam negeri, sehingga akan berdampak pada pembelian minyak sawit, sementara impor kedelai dan minyak bunga matahari bakal tercatat naik,

Total impor minyak dan lemak India selama tahun 2021 tercatat sebesar 13,8 juta ton, atau turun sekitar 14,1 juta ton, catat Chief Executive Officer (CEO) MPOC, Wan Aishah Wan Hamid, dalam sebuah konferensi, seperti dilansir The Edge Markets.

Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya produksi minyak nabati domestik India dan meningkatnya kembali infeksi virus corona sehingga memicu dilakukannya pembatasan aktivitas yang akhirnya menekan konsumsi di sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka).

Kata Wan Aishah Wan Hamid, India memenuhi dua pertiga kebutuhan minyak nabatinya melalui impor, dimana minyak sawit diimpor dari produsen utama Indonesia dan Malaysia menyumbang lebih dari 60% dari total impor India. “Tetapi negara Asia Selatan itu telah mencoba untuk menurunkan pembelian dari luar negeri dengan mempromosikan produksi minyak biji lokal,” tandas dia.

(sumber: infosawit.com)