All Time High, Siap-siap Harga CPO Pekan Depan ‘Ngamuk’

CANALBERITA.COM — Harga kontrak futures (berjangka) minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di bursa Malaysia Derivative Exchange, pada Jumat (15/10) ditutup melesat 1,72%. Namun, secara mingguan harga CPO mengalami pelemahan 0,1%.

Harga kontrak CPO untuk periode 3 bulan tersebut ditutup ke level MYR 4.961/ton akhir pekan ini. Sebelumnya, pada Rabu (13/10) harga CPO sempat ditutup ke level MYR 5.021 /ton dan merupakan harga tertinggi sepanjang masanya (all time high/ATH).

Meskipun sudah naik tinggi sepanjang tahun ini, harga CPO diperkirakan akan tetap kuat hingga akhir 2021.

Setidaknya untuk pekan depan berbagai analis memperkirakan harga CPO akan kembali menyentuh ke harga MYR 5.000 /ton.

Salah seorang trader bernama David Ng, mengatakan kontrak futures CPO berpotensi diperdagangkan diatas level MYR 4.900 /ton didukung dengan fundamental yang kuat.

Salah satu faktor pemicu kenaikan harga CPO adalah kenaikan permintaan ekspor dan pemangkasan pungutan impor dari negara konsumen terbesar, yaitu India.

“Kami berharap level support harga CPO berada di MYR 4.700 dan level resistance-nya di MYT 5.050 untuk minggu depan.”, kata David Ng kepada Bernama sebagaimana diwartakan oleh Reuters, dikutip Minggu (17/10).

Pendapat Ng juga didukung oleh Sathia Farqa selaku pemilik dan co-founder Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura.

Sathia memperkirakan harga kontak CPO juga akan meningkat minggu depan didukung dengan ekspektasi pemulihan ekspor.

Kenaikan harga minyak mentah dunia di sepanjang minggu ini yang menyentuh level tertingginya dalam tiga tahun juga menjadi katalis positif untuk kuatnya harga CPO. Pergerakan harga minyak mentah akan menjadi sentimen mengingat nabati jenis ini merupakan bahan baku diesel sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak.

Minggu ini, India memutuskan untuk memangkas pungutan impor CPO dari 24,75% menjadi 8,25%. Selain CPO, pungutan impor untuk produk olahan CPO juga diturunkan dari 35,75% menjadi 19,25%. Kebijakan tersebut berlaku mulai 14 Oktober 2021 hingga 31 Maret 2022.

Kenaikan harga CPO juga mendorong ekspor Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total ekspor lemak dan minyak hewan / nabati pada periode Januari-September 2021 mencapai US$ 23,9 miliar atau setara dengan 15,41% dari total ekspor non migas Indonesia di sembilan bulan pertama tahun ini.

Menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), hingga Agustus 2021 ekspor minyak sawit Indonesia sebesar 22,79 juta ton, angkanya naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 21,31 juta ton.

Tahun lalu, produksi minyak sawit Indonesia sebagai penghasil dan eksportir terbesar di dunia mencapai 47 juta ton, dengan 34 juta ton-nya di ekspor. Tahun ini produksi minyak sawit di Indonesia akan tembus 50 juta ton.

 

cnbc