Lebih lanjut tutur Dedi, produk turunan kelapa sawit yang sudah beredar di pasar global menjadi salah satu prestasi kinerja sawit asal Indonesia. “Karena dengan begitu produk sawit Indonesia sudah diterima di pasar global,” ujarnya dalam diskusi virtual bertema Masa Depan ISPO belum lama ini.
Tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan pun, kata Dedi, harus terus tingkatkan dan diperkuat melalui regulasi sertifikasi ISPO. Hingga 31 Desember 2020 lalu, Kementan telah menerbitkan sebanyak 750 sertifikat ISPO terdiri dari 735 sertifikat diberikan kepada perusahaan PT Perusahaan Negara (PTPN) dan perusahaan perkebunan kelapa sawit besar swasta dan sisanya diberikan kepada para pekebun sawit (petani baik plasma maupuan swadaya).





