Korban Penembakan di PT BMB Meninggal Dunia, Keluarga Almarhum Desak Polisi Segera Menangkap Pelaku
KUALA KURUN,CanalBerita -Polsek Manuhing, tengah melakukan pencarian terhadap pelaku penembakan yang terjadi pada hari Senin (29/7/2024) sekitar pukul 09.30 WIB di Pos Security perkebunan kelapa sawit PT. Berkala Maju Bersama (BMB) Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Kapolres Gunung Mas AKBP Theodorus Priyo Santosa melalui Kapolsek Manuhing Iptu Teguh Triyono membenarkan kejadian tersebut, bermula saat Pendi (saksi 1) dan Ukarli (korban) sedang bertugas di Pos Security PT. BMB.
“Tiba-tiba datang seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor warna hitam dan langsung mengarahkan senapan angin ke arah pos security,”ungkapnya Iptu Teguh Triyono, Jumat 2 Agustus 2024.
Pelaku kemudian menembakkan satu kali tembakan senapan angin ke arah pos security dan mengenai Korban sehingga korban langsung mengalami pendarahan dan dilarikan ke Rumah Sakit Pratama Talaken, Kecamatan Manuhing.
Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri ke arah jalan negara. Sampai saat ini pihak Polsek Manuhing masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
“Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi, guna mencari dan mengumpulkan barang bukti terkait peristiwa tersebut,” bebernya.
Atas kejadian tersebut, ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kejadian ini.
“Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar pelaku penembakan dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pesan Kapolsek Manuhing.
Terpisah, paman dari almarhum korban penembakan yang tidak bersedia namanya ditulis mendesak aparat kepolisian agar segera menemukan dan menangkap terduga pelaku penembakan serta memeriksa ayah dari terduga pelaku penembakan.
Hal tersebut menurut paman korban mengingat sebelumnya ayah terduga pelaku pernah bersitegang dengan korban bersama rekan kerjanya, setelah memergoki aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di lahan perkebunan PT BMB yang dilakukan ayah terduga pelaku.
“Kita khawatir, sudah ada suara-suara dari sebagian keluarga ini akan melakukan perburuan sendiri terhadap terduga pelaku. Nyawa dibayar nyawa. Untuk mencegah hal ini terjadi, kita mendesak aparat kepolisian menemukan dan menangkap secepatnya terduga pelaku penembakan ini. Sebelum tertangkap oleh keluarga korban,” tegas paman almarhum Ukarli.
Kepada manajemen PT BMB, pihak keluarga meminta agar menyelesaikan hak-hak Ukarli sebagai karyawan PT BMB dan ditembak saat menjalani tugasnya sebagai karyawan. Hal ini mengingat, Ukarli meninggalkan istri dan anak-anaknya dan almarhum merupakan tulang punggung ekonomi keluarga selama ini.
Paman almarhum menambahkan, peristiwa penembakan terjadi di kawasan perkebunan Blok G 21 pada Senin, 29 Juli 2024 sekitar pukul 09.WIB. Saat itu almarhum duduk bersama saksi yang juga rekan kerja korban bernama Pendi di Pos Security tiba-tiba ditembak oleh pelaku.
Akibat penembakan tersebut korban mengalami luka tembak di pundak kanan bagian belakang yang cukup dalam hingga mengalami pendarahan.Almarhum kemudian di larikan ke RS Pratama Talaken, Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas.
Setelah mendapat perawatan darurat oleh tenaga medis, mengingat luka tembak cukup dalam sementara peralatan medis terbatas untuk mengangkat peluru yang dalamnya lebih dari 1,5 Cm kemudian dirujuk ke RS di Palangka Raya.
Pada sekitar pukul 19.45 WIB korban didampingi salah seorang karyawan PT BMB tiba di IGD RS Betang Pambelum Palangka Raya dan baru sekitar 21.30 WIB mendapat perawatan dari tenaga medis setelah menyelesaikan administratif dan sekitar pukul 23.00 WIB korban baru mendapat ruangan inap.
“Malam itu kita sebenarnya mendesak pihak RS untuk segera melakukan pengangkatan peluru. Namun diberitahu Dokter bedah tidak berada di tempat. Bahkan malam itu sebelum ditangani oleh perawat, kita juga sempat menghubung salah seorang rekan di RS Bayangkara, apakah bisa memastikan operasi pada malam itu juga. Jawabanya operasi dilukan pada Selasa, 30 Juli 2024,” jelas Paman almarhum.
“Mendengar jawaban dari pihak RS Bayangkara tersebut, kita memutuskan tetap berada di RS Betang Pambelum karena sama-sama di operasi besoknya. Pertimbangan lain, RS Betang Pambelum tidak jauh dari rumah korban dan staf PT BMB juga tidak jauh dari Kantor PT BMB di Jalan Nila Putih Palangka Raya,” timpalnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pada Selasa, 30 Juli 2024 korban menjalani operasi pengangkatan peluru senapan angin. Dari besarnya peluru dapat diketahui, kaliber senapan angin yang digunakan terduga pelaku penembakan yaitu senapan kaliber 5,5 Inch. Senapan angin yang mematikan dan dipastikan ilegal, mengigat senapan angin kaliber 5,5 Inch harus memiliki izin dari pihak berwenang.
“Terkait beredarnya senapan angin kaliber 5,5 inch yang mematikan di masyarakat ini, kita mendesak aparat kepolisian untuk melakukan razia serta menyitanya. Ukarli ini slah satu korban senapan angin kaliber 5,5 Inch, kalau saja kena kepala bisa jadi korban mati ditempat,” tegas paman korban.
Operasi pengangkatan peluru dari tubuh korban berjalan dengan lancar. Namun pada hari Rabu, 31 Juli 2024 malam korban mengeluh sesak nafas dan asam lambung meningkat dan dilarikan ke ruang ICU.
“Tuhan berkehendak lain, pada sekitar pukul 00.48 atau memasuki hari Kamis, 1 Agustus 2024, keponakan kami ini menghembuskan nafas terakhirnya,” jelas pamannya dengan raut wajah sedih.
“Sekali lagi kami meminta aparat kepolisian bertindak cepat untuk menangkap pelaku. Apalagi pelaku ini diketahui baru dua bulan lalu keluar penjara terkait kasusu Narkoba,” desak paman almarhum Ukarli.
Penulis:cnb Editor: alfrid u gara

