website murah

Harga CPO Ambles, Saham Produsennya Ikut ‘Lemes’

Ilustrasi Sawit. Foto: Istimewa
PASANG IKLAN DISINI

canalberita.com — Sejumlah saham emiten yang bergerak di bidang perkebunan sawit cenderung melemah di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (3/8/2021). Koreksi ini terjadi di tengah anjloknya harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) hingga lebih dari 4%.

Berikut pergerakan beberapa saham sawit, pukul 10.24 WIB:

  1. Provident Agro (PALM), saham -3,42%, ke Rp 565, transaksi Rp 436 jut
  2. Triputra Agro Persada (TAPG), -2,21%, ke Rp 665, transaksi Rp 4 M
  3. Dharma Satya Nusantara (DNSG), -1,90%, ke Rp 515, transaksi Rp 6 M
  4. Tunas Baru Lampung (TBLA), -1,22%, ke Rp 810, transaksi Rp 429 juta
  5. Cisadane Sawit Raya (CSRA), -0,63%, ke Rp 316, transaksi Rp 35 juta
  6. Salim Ivomas Pratama (SIMP), -0,45%, ke Rp 438, transaksi Rp 797 juta
  7. PP London Sumatra Indonesia (LSIP), -0,45%, ke Rp 1.115, transaksi Rp 6 M
  8. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), 0,00%, ke Rp 830, transaksi Rp 1 M
  9. Sampoerna Agro (SGRO), 0,00%, ke Rp 1.900, transaksi Rp 9 juta
  10. SMART (SMAR), 0,00%, ke Rp 4.000, transaksi Rp 2 juta
  11. Astra Agro Lestari (AALI), +0,31%, ke Rp 8.050, transaksi Rp 2 M
  12. Eagle High Plantations (BWPT), +1,16%, ke Rp 87, transaksi Rp 1 M
  13. Jaya Agra Wattie (JAWA), +3,88%, ke Rp 134, transaksi Rp 304 juta

Menurut data di atas, dari 13 saham yang diamati, 7 saham melorot, 3 saham stagnan, dan 3 sisanya menguat.

Saham emiten milik Grup Saratoga, PALM, menjadi yang paling ambles, yakni sebesar 3,42% ke Rp 565/saham. Pelemahan ini terjadi setelah kemarin saham PALM melesat 8,33% ke RP 585/saham.

Kendati turun, dalam sepekan saham PALM masih tumbuh 2,73%, sementara dalam sebulan naik 3,67%.

Di bawah PALM, ada saham emiten yang dikuasai Grup Triputra milik taipan TP Rachmat TAPG yang harganya jatuh 2,21% ke Rp 660/saham. Kemarin, saham TAPG juga merosot 2,86% ke Rp 680/saham, setelah pada Kamis dan Jumat pekan lalu menghijau.

Dengan ini, dalam seminggu terakhir saham TAPG ambles 5,04%, sedangkan dalam sebulan anjlok 5,71%.

Berbeda dengan yang lainnya, saham emiten Grup Astra, AALI, naik tipis 0,31% ke Rp 8.050/saham, melanjutkan penguatan 0,94% pada perdagangan Senin kemarin.

Setali tiga uang, saham milik BUMN Malaysia Felda dan Grup Rajawali yang dikendalikan taipan Peter Sondakh, BWPT juga terapresiasi 1,16%. Tidak ketinggalan, saham JAWA mencuat 3,88% ke Rp 134/saham.

Sebelumnya, harga minyak sawit mentah anjlok pada perdagangan pagi ini. Sepertinya aksi ambil untung (profit taking) masih membayangi pergerakan harga CPO.

Pada Senin (2/8) pukul 09:48 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia tercatat MYR 4.254/ton. Ambles 4,11% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Sepertinya investor masih terus berusaha mencairkan cuan dari kontrak CPO. Maklum, dalam sebulan terakhir harga sudah naik 14,42%. Jadi cuan yang didapat memang bukan ‘kaleng-kaleng’.

Wang Tao, analis Komoditas Reuters, memperkirakan aksi profit taking masih akan membuat harga CPO turun lebih lanjut. Setelah gagal menyentuh titik resistance di MYR 4.525/ton, CPO mulai masuk fase jenuh beli (overbought).

“Titik support berada di MYR 4.287/ton. Ketika sudah tertembus, maka harga bisa turun menuju MYR 4.196/ton,” tulis Wang dalam riset hariannya.

Saat ini, lanjut Wang, target terdekat untuk titik resistance harga CPO berada di MYR 4.450/ton. Penembusan di titik ini akan membawa harga ke rentang MYR 4.525-4.606/ton

(Sumber: CNBC)

PASANG IKLAN DISINI
You might also like
Harga TBS Kalteng Periode I Bulan Juli 2025 Sebesar Rp 3.166,20

Harga TBS Kalteng Periode I Bulan Juli 2025 Sebesar Rp 3.166,20

Ekspor Minyak Sawit RI Diprediksi Anjlok 1,5 Juta Ton, Ini Penyebabnya

Ekspor Minyak Sawit RI Diprediksi Anjlok 1,5 Juta Ton, Ini Penyebabnya

Terbukti Korupsi Bantuan Peremajaan Sawit, Mantan Kadis Pertanian Katingan Divonis 4 Tahun Penjara

Terbukti Korupsi Bantuan Peremajaan Sawit, Mantan Kadis Pertanian Katingan Divonis 4 Tahun Penjara

website murah