Tajam Mengungkap Peristiwa

DLHK Lamandau dan PT SAL Tinjau Lokasi Ribuan Ikan Mati di Sungai Kujan

NANGA BULIK, canalberita.com – Terkait laporan kasus kematian ikan secara mendadak di Sungai Kujan pada 16 Juni 2022 kemarin, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Lamandau langsung melakukan tindak lanjut ke lapangan.

Tidak hanya menelusuri sungai yang diduga tercemar, tetapi mereka juga mendatangi perusahaan pabrik pengolahan Kelapa Sawit PT SAL yang sempat dituding warga sebagai sumber pencemaran.

“Tim kami sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk pengecekan ke lokasi kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan tersebut,” ungkap Kepala Dinas LHK Kabupaten Lamandau, Sunarto.

Dari hasil pemeriksaan, menurutnya tidak ditemukan adanya kebocoran atau perembesan limbah pada kolam IPAL tersebut. Disamping itu, lokasi tempat kejadian matinya ikan berjarak sekitar 1 km dari IPAL.

Kemudian sebagian besar ikan yang mati merupakan ikan yang hidup di permukaan. Sedangkan ikan yang lain masih terlihat bisa hidup. Jika pencemaran akibat limbah, maka biasanya semua ikan akan mati.

“Ini menjadi parameter kita bahwa sumber kematian ikan bukan berasal dari limbah pabrik,” ujar Sunarto.

Sehingga pihaknya menduga jika penyebab kematian ikan adalah akibat perbuatan oknum warga yang mencari ikan dengan cara meracun. Kejadian seperti ini diakuinya bukan pertama kali, karena sekitar tiga tahun lalu juga pernah terjadi hal yang sama di lokasi yang sama.

“Namun kita sudah mengambil sampel air dan ikan yang mati untuk dilakukan uji lab,” jelasnya.

Sementara itu, saat berusaha dikonfirmasi, pihak perwakilan PT SAL (Sumber Adinusa Lestari) menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengelolaan limbah sesuai dengan prosedur dan selalu mendapat pengawasan dari instansi terkait.

“Dari pihak DLHK sudah melakukan inspeksi ke lapangan, dan juga melakukan pengecekan di pipa-pipa. Selama pengecekan tidak ditemukan kebocoran dari pipa maupun kolam penampungan limbah tersebut,” jelas Husnul Maarif, perwakilan PT SAL.

Sehingga terkait dengan adanya kematian ikan di sungai tersebut, pihaknya akan menunggu hasil investigasi dari Dinas LHK yang telah membawa sampel air Sungai di dekat pabrik dan juga bangkai ikan mati yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kujan anak Sungai Lamandau untuk dibawa ke laboratorium. (BS/CNB)