AS Tangkap Warga Irak yang Diduga Berencana Bunuh Eks Presiden Bush

Jakarta, canalberita–Kementerian Kehakiman menangkap seorang warga Irak yang mencoba membunuh eks Presiden George W. Bush, Selasa (24/5) dengan kedok mencari perlindungan. 
Shihab Ahmed Shihab (52) ditangkap pada Selasa (24/5) dengan tuduhan kejahatan imigrasi dan upaya pembunuhan mantan pejabat AS.

Sebelum ditangkap, Shihab mengatakan kepada informan FBI ia ingin menyelundupkan empat warga Irak ke AS lewat perbatasan Meksiko untuk merencanakan pembunuhan itu, demikian keterangan dokumen Biro Investigasi Federal (FBI) AS yang diberikan kepada pengadilan federal di Columbus, Ohio.

Menurut keterangan Shihab, dua dari anggota tim pembunuhan Bush adalah mantan agen intelijen Irak. Sementara itu, dua lainnya merupakan anggota ISIS atau kelompok ekstremis berbasis di Qatar yang dikenal sebagai Al-Raed.

Shihab mengatakan, mereka ingin membunuh Bush karena mereka merasa Bush bertanggung jawab atas pembunuhan banyak warga Irak dan menghancurkan negara Irak.

Tahapan Pilkada 2024

Bush sendiri memerintahkan invasi AS ke Irak pada 2003.

Selain itu, Shihab mengaku ia merupakan sepupu dari mantan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. Ia juga mengaku telah membunuh banyak warga Amerika beberapa tahun setelah invasi Irak terjadi.

Shihab, bersama seorang warga Columbus dan informan FBI sempat melacak lokasi terkait Bush di Dallas, Texas, pun mendiskusikan cara mendapatkan senjata, seragam petugas keamanan, dan kendaraan untuk pembunuhan.

Shihab juga diketahui menawarkan bantuan kepada informan FBI lain untuk menyelundupkan keluarga mereka ke AS dengan upah puluhan ribu dolar.

Sebagaimana dilansir AFP, Shihab tiba di AS dengan visa pengunjung pada September 2020. Ia kemudian meminta perlindungan pada Maret 2021 setelah visanya tak lagi berlaku. Setelah itu, informan FBI kemudian mengontak Shihab.

Sumber: cnnindonesia.com