Jika Pandemi Covid-19 Berakhir, Koster Bakal Lanjutkan Metode Belajar Mengajar Daring di Bali

canalberita.com — Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 membuat revolusi di dunia pendidikan tak terelakkan lagi.

Salah satunya adalah perubahan metode belajar-mengajar dari konvensional ke virtual atau daring.

Oleh sebab itu, dirinya mengungkapkan ide bakal melanjutkan metode belajar secara daring jika pandemi Covid-19 berakhir.

Tahapan Pilkada 2024

Bahkan, ia menyebut jika nantinya di Bali direncanakan bakal menerapkan metode belajar-mengajar hybrid yakni gabungan antara konvensional dengan daring.

“Selama pandemi ini kita mendapat pelajaran, belajar itu bisa secara online, belajar bisa secara daring, tidak harus sekolah di ruangan, konvensional.

Nanti begitu pandemi ini berakhir belajar secara daring harus kita tetap laksanakan, jadi kita akan tetapkan dua metode hybrid, konvensional dan daring,” katanya di depan para anggota DPRD Bali di sela-sela sidang paripurna, Rabu 28 Juli 2021.

Oleh sebab itu, Koster bakal melakukan rapat dengan jajaran Pemprov Bali secara khusus untuk membahas hal ini.

Dirinya juga mengungkapkan jika dengan adanya metode belajar seperti ini justru membuat pemerintah dapat menampung banyak siswa untuk belajar di sekolah negeri.

Mengingat, tidak diperlukan lagi pembangunan sekolah atau kelas baru untuk menampung para peserta didik.

“Minggu depan saya rapat dengan tim untuk menyusun konsep ini.

Metode belajar harus sudah berubah karena perkembangan teknologi informasi, jadi kebutuhan untuk menampung siswa tidak harus lagi bangun sekolah baru, kelas baru, nggak lagi,” paparnya.

Ketua DPD PDIP Bali ini juga mengaku sudah memiliki skema khusus mengenai metode pembelajaran tersebut.

“Saya sudah punya skema, mana pelajaran yang tatap muka dan mana yang bisa daring. Karena dengan cara daring 1 orang 150 siswa SMA/SMK itu satu guru bisa berperan, misalnya  guru bahasa Indonesia, sejarah, Pancasila itu mungkin 70 persen daring, 30 persen bertemu di sekolah, kalau matematika, fisika mungkin 70 persen di sekolah tatap muka, 30 persen daring,” paparnya.

Ia juga mengaku bakalan melakukan koordinasi dengan Mendikbud Nadiem Makarim terkait terobosan idenya tersebut.

“Saya akan berkoordinasi dengan Bapak Mendikbud supaya data Dapodiknya dirubah, karena pandemi mengajarkan kita memberi pengetahuan baru, tata kelola baru, metode baru yang menurut saya lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.

(Sumber: Tribun)