website murah

Putin Jadi ‘Sandera’ di Ukraina, Maju Kena Mundur Kena

Foto: Anggota delegasi, yang dipimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, menghadiri pertemuan di Beijing, China (4/2/2022) (via REUTERS/SPUTNIK)
PASANG IKLAN DISINI

JAKARTA,canalberita.com- Perang Rusia di Ukraina yang berkepanjangan dinilai telah menjadi bumerang bagi Presiden Vladimir Putin. Pemimpin itu disebut kini ‘tersandera’ dalam konflik tersebut.

Adapun, menurut Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, Rusia kini telah kehilangan sekitar 44.000 tentaranya. Penghitungan harian terbarunya pada Rabu juga mengonfirmasi bahwa kerugian terberat baru-baru ini terjadi di Kharkiv dan Donetsk.

Putin pun diketahui telah menghadapi kesulitan besar selama invasi setelah banyak kemunduran, termasuk perlawanan sengit Ukraina dan masalah teknis.

Ada juga masalah pasokan karena sistem logistik militer Rusia yang rusak yang telah dihancurkan oleh serangan Ukraina.

Profesor Nikolai Petrov adalah peneliti senior Program Rusia dan Eurasia di Chatham House mengatakan Putin saat ini menjadi sandera dari keputusan yang dia buat.

“Sepertinya tidak ada pilihan, dia harus meningkatkan tekanannya pada Ukraina, karena dia telah membayar harga yang sangat besar, yang jauh lebih besar dari yang bisa dibayangkan sebelum membuat langkah ini,” tuturnya kepada Express, dikutip Kamis (18/8/2022).

Menurutnya, untuk membenarkan tindakannya, Putin terus mencoba meyakinkan para elite dan pejabat Rusia bahwa langkah yang diambilnya memiliki banyak manfaat.

Namun, dalam beberapa minggu terakhir ada peningkatan peringatan bahwa Putin akan menghadapi kemarahan para orang tua Rusia yang menuntut penarikan pasukan Rusia saat mereka mengetahui bagaimana putra mereka sekarat di Ukraina.

Petrov pun berpendapat Ukraina telah memenangkan perang dalam “moralitas” dan telah menyerukan agar pertempuran dihentikan.

“Dalam pandangan saya, perang harus dihentikan sesegera mungkin. Kita dapat mengatakan bahwa Ukraina sudah menang secara moral, tetapi tidak bisa menang secara militer karena kekuatannya sangat tidak proporsional,” katanya.

Menurutnya, sangat wajar NATO dan negara-negara Barat lainnya tidak ingin terlibat secara langsung mengingat ada ancaman nuklir dan lainnya.

“Ukraina harus melakukan yang terbaik untuk membuat kesepakatan apa pun demi mencapai semacam kompromi untuk gencatan senjata dan mendorong pasukan Rusia keluar dari Ukraina,” ujarnya.

Sumber: cnbcindonesia

PASANG IKLAN DISINI
You might also like
Puja Puji Xi Jinping ke Trump Sukses Setop Perang sampai Gencatan Gaza

Puja Puji Xi Jinping ke Trump Sukses Setop Perang sampai Gencatan Gaza

Netanyahu Perintahkan ‘Serangan Dahsyat’ ke Gaza

Netanyahu Perintahkan ‘Serangan Dahsyat’ ke Gaza

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba Kekuatan Nuklir

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba Kekuatan Nuklir

CANAL BERITA

Kemajuan teknologi di bidang IT dan kebutuhan masyarakat terhadap informasi menjadikan samrtphone/gadget menjadi teman setia yang menemani. Dari sebab itulah kami menghadirkan portal www.canalberita.com sebagai media Referensi informasi yang Tajam Mengungkap Peristiwa di sekitar kita.

No popular posts within this time range.
jasa pembuatan website
website murah