Protes Tarif Baru Retribusi Lapak Jualan, Emak-Emak Geruduk Kantor DPRD Kotawaringin Barat
PANGKALAN BUN, CanalBerita-Puluhan emak-emak yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Pangkalan Bun Kobar (Aspek) geruduk DPRD Kotawaringin Barat, pada Jumat, 28 Juni 2024.
Mereka datang bersama anggota Aspek lainnya ke gedung tempat para wakil rakyat berkantor itu untuk tujuan menghadiri undangan untuk mengikuti rapat dengar pendapat atau RDP terkait tarif retribusi pedagang.
“Karena sebagai pedagang, tentunya kami merasa keberatan. Situasi pasar saat ini sedang sepi, namun kami sebagai pedagang harus dibebani dengan adanya kenaikan tarif retribusi dan harga sewa lapak bulanan,” jelas Ketua Aspek Mustafa Albanjarie, di kutif dari borneonews.co.id, Jumat, 28 Juni 2024.
Mustafa Albanjarie menjelaskan, berdasarkan Perda Nomor 6 tahun 2019, tarif Retribusi di tetapkan sebesar Rp 2.500/hari. Sementara dalam Perda Nomor 8 tahun 2023 naik menjadi Rp 13.000/hari.
Kenaikan tersebut ucap Mustafa, tentu memberatkan para pedagang karena kenaikannya lebih dari 50% bahkan sampai 200 %. “Contoh tarif sewa lapak yang biasanya Rp 200.000 per bulan dinaikkan menjadi Rp 390.000 perbulan. Kenaikannya berkisar 50 % hingga lebih dari 200 %,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan kehadiran mereka di gedug dewan tersebut tidak bermaksud demonstrasi, tetapi ingin menghadiri RDP yang sebelumnya di jadwalkan tanggal 1 Juli namun dipercepat.
“Tetapi pas kami datang ke DPRD Kotawringin Barat ini ternyata kegiatan tersebut ditunda dengan alasan Ketua DPRD sedang dinas luar,” jelas Mustafa Albanjarie.
Anggota DPRD Kobar yaitu Ade Ridho Hadi dari Komisi A dan Indra Sani dari Komisi B yang menangani masalah pasar mengatakan aspirasi pedagang terebut akan segera ditindaklanjuti secepatnya.
“Karena saat ini ketua DPRD sedang dinas luar, rencananya RDP akan dijadwalkan 9 Juli 2024. Semoga bisa dipercepat. Nanti kami akan koordinasi lebih lanjut dengan pihak asosiasi pedagang pasar,” jelas Indra Sani.
penulis:cnb editor:alfrid u gara

