Tajam Mengungkap Peristiwa

IPSI Kalteng Gelar Penataran Juri dan Pelatih Festival Pencak Silat Seni

PALANGKA RAYA,CanalBerita-Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI Kalteng) melaksanakan Penataran Juri dan Pelatih Festival Pencak Silat Seni Tingkat Provinsi Kalimantan yang dilaksanakan di Aula Belajar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya pada tanggal 21 sampai dengan 22 September 2024.

Kegiatan dalam ragka Peningkatan SDM Juri dan Pelatih Pencak Silattersebut iikuti oleh Pengurus Kabupaten/Kota IPSI dan Perguruan Nasional dan Tradisional se Provinsi Kalimantan Tengah diantaranya dari IPSI Kabupaten Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau Katingan dan Barito Utara.

Ketua Bidang Seni Budaya Pengprov IPSI Kalteng yang juga sebagai Pelatih/Juri Nasional Festival Pencak Silat Seni, Dreiyano L. Lindan, S.P pada acara Pembukaan mengatakan, penataran tersebut dilaksanakan secara swadana tanpa sponsor.

“Kegiatan dari kita oleh kita dan untuk kita, karena dibiaya dengan fanatisme tinggi peserta secara swadana tanpa sponsor,” jelas Dreiyano kepada CanalBerita.Com, Senin, 23 September 2024.

Lebih lanjut pria yang akrap disapa Dreiy ini menjelaskan, kegiatan tersebut terbuka bagi semua unsur Perguruan Pencak Silat Historis, Nasional dan Tradisional yang bernaung di bawah IPSI Provinsi Kalimantan Tengah. “Namun karena terkendala pembiayaan, peserta terbatas hanya 20-an orang peserta,” katanya.

Adapun materi Penataran menurut Dreiy, selain pedoman kepelatihan dan penjurian festival pencak silat seni secara teori, juga free test, diskusi, praktek juga materi kearifan lokal sistem penilaian lomba lawang sakepeng.

Pada kesempatan ebelumnya, Ketua Umum Pengprov IPSI Kalteng yang juga sebagai Pengurus Bidang Seni Budaya Pengurus Besar IPSI Pusat, Dr. Guntur Talajan, SH, M.Pd dalam sambutan sekaligus membuka resmi penataran untuk kedua kalinya dalam Periode kepengurusannya menyampaikan, Pencak Silat Lawang Sakepeng yang biasa di wilayah lain Indonesia dikenal sebagai Silat Pengantin atau Silat Palang Pintu nantinya tidak hanya sampai di tingkat lokal Provinsi Kalteng, karena akan diakomodir di tingkat nasional.

Dikatakan juga bahwa Penataran tersebut bertujuan untukmeningkatkan kuantitas atau jumlah dan kualitas atau mutu Juri dan Pelatih, khususnya untuk Pencak Silat Seni yang saat ini juga menjadi fokus pembinaan IPSI selain Bidang olahraga dan Seni Laga Tanding.

Hal tersebu meningat, Pelatih dan Juri Pencak Silat di Kalteng saat ini sangat terbatas hanya 14 orang Wasit/Juri dan Pelatih Laga Tanding Nasional kelas III sampai I dan 2 orang Juri dan Pelatih Nasional Pencak Silat Seni. Sedangkan untuk Wasit/Juri Internasional Laga Tanding Kalteng baru memiliki 1 orang asal Sampit yang baru lulus Seleksi dan mengikuti Penataran tahun ini.

“Harapan kita dari Penataran Tingkat Provinsi ini kita akan upayakan nantinya akan ada Penataran untuk Tingkat nasional. Sehingga jika Kalteng menggelar Festival Nasional dan Internasional, akan sangat siap,” jelas Guntur Talajan.

Pada momen acara Pembukaan Penataran ini yang juga diikuti Peserta dari Perguruan Merpati Putih IPSI Kota Pangka Raya dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) IPSI Katingan diisi atraksi Pencak Silat Tradisional dari Perguruan Seni Kuntau Tambun Bungai Kalteng oleh suhu Tiyoi.

Selain itu juga penyerahan Sabuk Pendekar Silat Tradisional dari Ketua Umum Betang Main Kuntau Bangkuy Salamat Kambe (KBSSK), Guru Yansyah Manggung Salamat Saun kepada Ketua Umum IPSI kalteng, Guntur Talajan dan sebaliknya Guntur menyematkan Pin IPSI kepada Guru Yansyah sebagai tanda bahwa Pencak Silat Trafisional juga bagian dari Keluarga besar IPSI Kalteng.

Sedangkan pada acara penutupan pada Minggu, 22 September 2024 diisi juga acara penyerahan pisau komando untuk latihan atraksi dari Ketua Umum IPSI, Guntur Talajan kepada peserta terbaik, Suhu Ketman dari IPSI Barito Timur yaitu Perguruan Sangat Jatang dan juga penyerahan pisau pencak silat ukir utk latihan dari Sekretaris Umum IPSI Kalteng, Zulfikanor Fitri kepada Suhu Sesepuh, Guru Supiansyah dan Buku AD/ART IPSI kepada peserta perwakilan IPSI Barito Utara, Ashari Permady.

Penulis: cnb
Editor: alfrid u gara