Guntur Talajan: Pencak Silat Seni Bisa Menjadi Aset Pariwisata
PALANGKA RAYA,Canalberita- Setelah mendapatkan kesempatan dan kehormatan dari Panitia untuk memeriahkan acara Pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup Kalimantan Tengah Tahun 2023 dengan atraksi cukup memukau dengan jurus Tombak dan Mandau serta jurus Berkelompok, utusan masing – masing dari Perguruan Silat Tradisional se Kalimantan Tengah mulai menggelar perlombaan/Festival pada Jumat, 17 November 2023.
Dalam Bidang Festival Pencak Silat Seni ini cukup unik dan menarik. Selain merupakan cabang olahraga, Pencak Silat Seni juga sebagai cabang Seni budaya dan bisa menjadi aset pariwisata sangat menjanjikan.
Selain itu juga sangat menjunjung tinggi Seni budaya, tradisi dan keariban lokal setempat. Dimana sebelum gong pertama ditabuh menandai partai pertama lomba dimulai. Terlebih dahulu dilaksanakan acara Ceremonial Pembukaan Gelanggang dawali dengan Tampung Tawar oleh Suhu Yansyah Ketua Umum Betang Main Kuntau Bangkuy Salamat Kambe yang juga sebagai anggota Dewan Juri Festival bersertifikat Pelatih/Juri Tingkat Provinsi .
Acara dilanjutkan atraksi jurus Mandau dan Tombak oleh Siffu (guru) Herdiman dari Perguruan Kuntau Borneo Pusaka Nansarunai Jaya Barito Timur dan Guru Supiansyah alias Guru Atak dari Perguruan Wayang Menari Kabupaten Kapuas dari Dewan Pendekar Festival.
Usai atraksi senjata khas Dayak Mandau diserahkan kepada Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kalimantan Tengah Dr. Guntur Talajan, SH, MPd yang selanjutnya diserahkan kepada Wilbertus Wilson, SP, MM sebagai Ketua Komite Penampilan Festival Pencak Silat Seni Kejuaraan Gubenur Cup Kalimantan Tengah tahun 2023.
Sesudah menyerahkan Senjata kepada Ketua Penampilan Guntur Talajan menyampaikan Sambutan dan membuka resmi gelanggang Festival Pencak Silat Seni yang baru kali pertama digelar unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga setempat. .
Guntur berpesan agar para Perguruan Silat Tradisional ini sebagai pelestari dan penjaga warisan tradisi dan Seni budaya serta keamanan masyarakat Dayak dari seluruh masyarakat Kalimantan Tengah secara umum. ‘ Pencak Silat Seni Tradisional Kalimantan ini adalah warisan leluhur yang harus kita lestarikan dan jaga bersama” ujar Guntur.
Untuk kelancaran dan suksesnya Festival ini doa bersama juga dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT secara Islam dipimpin Suhu Machmud Maulana, SPd asal Perguruan Sendeng 12 Bangkuy Salamat Kabupaten Kotawaringin Timur yang juga ditugaskan Panitia sebagai Petugas Gelanggang.
Hari pertama ini di perlombaan 10 partai berkelompok Putra dan 4 partai berpasangan putri. Sedangkan hari kedua, Sabtu, 18 November 2023 festival akan dilanjutkan kembali untuk kategori Berpasangan Putra sebanyak 10 partai dan 3 partai Berjelompok Putri.
Total peserta Festival kali ini sebanyak 71 pesilat dewasa dewasa 17 sampai 35 tahun dari 10 Perguruan dari 5 kabupaten/kota yang mengirim peserta yakni Kabupaten Kotawanginya Timur, Katingan, Barito Timur, Kapuas dan Pulang Pisau.
Penulis: cnb Editor: alfrid u gara

