Tajam Mengungkap Peristiwa

APKASINDO Akan Perjuangkan Harga Sawit Untuk Petani

Petani Sawit Swadaya Kabupaten Pulpis Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

PALANGKA RAYA, Canal Berita — Kelapa Sawit merupakan Komoditi unggulan Indonesia, tanaman bernilai ekonomi tinggi tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik diwilayah Kalimantan tengah, dan hal ini ditandai dengan banyaknya Perusahaan Perkebunan Sawit dengan Petani Mitranya serta dan Petani Sawit Swadaya yang tersebar hampir seluruh Kabupaten di Provinsi Kalteng.

Dari data Dinas perkebunan provinsi kalteng bahwa pada tahun 2021 jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit sebanyak 280 perusahaan yang terdiri dari perusahaan yang beroperasi sebanyak 191 unit, sedang proses perizinan 89  unit, selain itu terdapat 3 perusahaan yang menghasilkan minyak goreng sawit.

Namun tak dapat dipungkiri bahwa peran serta Petani sawit swadaya di Kalimantan tengah termasuk Kabupaten Pulang Pisau cukup besar dalam menghasilkan tandan buah segar kelapa sawit yang mampu menyokong produksi CPO sebagai bahan baku dari berbagai  produk baik bahan baku makanan, Kosmetik sampai BBM yang mana secara khusus hal ini memperkuat ketahanan Ekonomi Nasional.

“Dengan kondisi Harga Tandan buah segar kelapa sawit yang anjlok hal ini juga membuat beberapa perusahaan perkebunan sawit telah mengurangi bahkan ada yang telah menghentikan pembelian dari Petani  Swadaya, sebagai contoh saat ini di kabupaten Pulang Pisau harga TBS berkisar Rp 750 s/d Rp 1000 perkilonya, Mau tidak mau karena TBS merupakan hasil pertanian yang mutunya mempunyai batas ketahanan waktu dan cuaca maka para Petani akan tetap memanen dan menjual TBS dengan harga berapapun,” ungka Ketua APKASINDO Petani swadaya Kabupaten Pulang Pisau Dr Diharyo S.T.MT saat di bincangi, Rabu (6/7).

Pria yang merupakan mantan Anggota DPRD Kabupaten Pulang pisau dan aktif sebagai Sekjen di ormas Fordayak KT tersebut juga menyampaikan keluh kesah petani Sawit Swadaya bahwa dengan turunnya harga sawit cukup meresahkan para petani khusunya yang tergabung dalam APKASINDO.

“Petani sawit swadaya tentunya terusik dgn rendahnya harga TBS dimana hal ini bertolak belakang dgn tingginya harga CPO di Pasaran Intenasional. Hal inilah yg diperjuangkan APKASINDO dari pusat sampai daerah beberapa waktu lalu di Jakarta, agar harga sawit kembali normal,’’ terangnya lagi.

DPD APKASINDO Kabupaten Pulang Pisau sebagai wadah perjuangan Petani Sawit swadaya dalam memperjuangkan kesejahteraan dan nasib mereka telah mempunyai data bahwa para petani sawit swadaya akhir-akhir ini mengalami permasalahan pembayaran TBS dengan Perusahaan Perkebunan Sawit, namun hal ini dapat diselesaikan dengan baik oleh APKASINDO bersinergi dgn aparat keamanan tanpa adanya pengerahan massa sampai dengan pemblokiran jalan perusahaan.

“DPD Apkasindo Pulang Pisau menyadari bahwa Pemerintah tidak akan tinggal diam dengan masalah harga TBS yang anjlok ditengah harga CPO yang tinggi dipasaran Global. Apkasind juga  telah memberikan masukkan kepada Pemerintah Pusat dan Saat ini Pemerintah tengah serius membenahi regulasi yang ada Dipertentangkan terkait kelapa Sawit, karena keberadaan Petani Kelapa Sawit Swadaya berbeda dengan keberadaan Petani sawit Mitra perusahaan maka dari itu Mari bergabung dengan APKASINDO dan bersinergi dengan pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,”  tukasnya.

Sebagai penutup, Pria yang telah menyelesaikan study strata 3 nya serta aktif dalam kegiatan keagamaan memberikan pesan pengingat bahwa Petani adalah soko guru bangsa, seperti yang disampaikan PRESIDEN PERTAMA RI, Ir. SOEKARNO. (k1)