Pelaku Love Scamming Peras Siswi SMP, Duitnya Ditransfer ke Sesama Napi

JAKARTA,CanalBerita-Seorang narapidana (napi) Lapas Cipinang berinisial MA memeras siswi SMP di Bandung dengan modus love scamming. Uang hasil kejahatan itu kemudian dia transfer ke sesama napi di Lapas Cipinang.

“Kasus ini terungkap berkat sinergi yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat dengan Lapas Kelas I Cipinang berdasar laporan dari masyarakat yang berasal dari orang tua korban atas pemerasan yang dilakukan oleh MA kepadanya dengan meminta imbalan uang yang dikirim sebanyak Rp 200 ribu yang sudah ditransfer ke rekening teman pelaku sesama warga binaan di Lapas Kelas I Cipinang,” kata Kalapas Cipinang EP Prayer Manik, saat dihubungi detikcom, Senin (1/7/2024).

Belum diketahui untuk apa duit hasil pemerasan tersebut. Namun Prayer menegaskan pihaknya akan meningkatkan keamanan buntut peristiwa yang terjadi. Pihaknya, lanjut Prayer, akan melakukan penggeledahan di setiap blok dan kamar hunian napi.

Tahapan Pilkada 2024

“Selama ini kami telah rutin melakukan razia benda terlarang di dalam Lapas, baik yang dilakukan secara mandiri maupun gabungan yang bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya (kepolisian, koramil, BNN dan lain-lain),” kata dia.

“Menindaklanjuti kejadian tersebut, kami akan memperkuat pemeriksaan badan dan barang kepada setiap pengunjung yang akan memasuki Lapas Kelas I Cipinang, serta melaksanakan kegiatan penggeledahan di tiap-tiap blok dan kamar hunian,” imbuhnya.

Love Scam Napi Cipinang

Sebelumnya diberitakan, seorang napi Lapas Cipinang berinisial MA melakukan aksi love scamming kepada siswi SMP di Bandung, Jawa Barat. MA memeras dan menyebarkan foto bugil siswi SMP yang dikenalnya melalui Instagram.

Dilansir detikJabar, korban mulanya berkenalan dengan tersangka berinisial MA pada Maret 2024. Perkenalan keduanya berlanjut hingga saling tukar nomor WhatsApp.

Keduanya saling berkomunikasi via WhatsApp. Singkatnya, tersangka MA yang mengaku bernama Cakra dan korban berpacaran.

Setelah korban termakan rayuan tersangka, ia kerap mengajak video call. Di momen ini lah, MA meminta korban untuk melepaskan busananya dan diam-diam merekam hingga menyimpan dokumentasi terlarang itu.

“Selanjutnya foto dan video tersebut tersangka gunakan untuk mengancam dan memeras orang tua korban,” ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Jules Abraham Abast, Jumat (28/6).

Sumber: detik.com