5.728 Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Katingan, Pemerintah Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

KASONGAN,CanalBerita-Sehubungan dengan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Katingan menetapkan status siaga darurat bencana banjir.

Keputusan pemerintah tersebut telah disepakati  dalam Rapat Koordinasi yang dihadiri jajaran pemerintah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda setempat yang di pimpin Pj Bupati Katingan Saiful, pada Sabtu, 3 Juni 2024.

“Sehubungan dengan banjir yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Katingan, maka pemerintahh menetapkan status siaga darurat bencana untuk Kabupaten Katingan,” kata Pj Bupati Katingan Saiful, mengutip borneonews.

Menurut Saiful,  berdasarkan prakiraan cuaca dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya, pada bulan Mei hingga bulan Juni 2024  curah hujan meningkat diatas normal di wilayah Utara Kabupaten Katingan atau bagian hulu Das Katingan.

Dengan telah ditetapkannya status darurat bencana banjir, Pj Bupati  meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyiapkan sarana dan prasarana serta SDM yang memadai.

“Kepada para Camat agar mengaktifkan semua pos-pos Satgas Kebencanaan di kecamatan sampai ke desa-desa dan menyiapkan sarana, prasarana yang dimiliki dan SDM yang memadai serta melaporkan situasi kondisi wilayah masing-masing,” pintanya.

Kepada para relawan, Saiful berharap agar selalu siap siaga sewaktu waktu dibutuhkan dalam penanganan darurat bencana. Sedangkan kepada masyarakat Kabupaten Katingan terutama wilayah rawan bencana, Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan akan terus memantapkan koordinasi dan sinergitas antar lembaga pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat.

Dikutip canalberita.com dari tempo.co, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)mencatat  5.728 rumah terendam banjir di 87 desa yang tersebar di 9 kecamatan.

Lokasi yang terdampak, antara lain Kecamatan Marikit (mencakup 17 desa), Katingan Tengah (13 desa), Katingan hulu (10 desa), Sanaman Mantikel (9 desa), Pulau Malan (9 desa), Tewang Sangalang Garing (9 desa), Tasik Payawan (8 desa), Petak Melai (6 desa), serta Katingan Hilir (6 desa).

Terdapat 12.123 keluarga—setara 28.589 jiwa—dari kecamatan tersebut yang terkena imbas banjir. Selain merendam pemukiman warga, banjir itu juga merusak 36 unit fasilitas pendidikan, 34 fasilitas kesehatan, 42 fasilitas ibadah, serta 25 kantor.

 

Penulis: cnb
Editor: alfrid u gara