Pemkab Gumas Diminta Tindak PBS Membawa Hasil Produksi Melebihi Kapasitas

KUALA KURUN,CanalBerita – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas minta kepada pemerintah agar menjalankan fungsi pengawasan terhadap Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang membawa hasil produksi melebihi kapasitas.

“Saya ingin pemerintah jangan tinggal diam. Jalankan fungsi pengawasan terhadap truk PBS yang beroperasi melebihi kapasitas di jalan Kuala Kurun-Palangka Raya,” ujar Anggota DPRD Gumas Untung Jaya Bangas di Kuala Kurun, Senin 27 Mei 2024.

Anggota komisi II DPRD Gunung Mas ini menyebutkan, sebelum mereka memulai usaha tentunya harus ada izin Amdal. Hal ini adalah syarat utama PBS yang berinvestasi, terutama di Kabupaten Gunung Mas.

Tahapan Pilkada 2024

“Indonesia adalah negara hukum yang tentunya mengatur segala aturan agar semua PBS itu akan tertib, baik itu yang bergerak di usaha kehutanan, perkebunan, dan pertambangan yang memakai jalan umum, bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, semua PBS sebagai pemakai jalan negara itu disinyalir telah melanggar Amdal dan aturan yang ada, yakni mulai dari undang-undang mineral dan batu bara, PP Mentri KLHK, PP Mentri PU dan Perda.

“Seharusnya Amdal mereka itu harus melalui angkutan produksi dengan melalui sungai atau jalan khusus. Tentunya bukan menggunakan jalan umum yang dibiayai oleh anggaran Daerah maupun Nasional,”kata Untung Jaya Bangas.

Jika mereka PBS melalui jalan umum untuk mengangkut hasil produksinya kata dia. Maka mereka telah merampas, empower, dan menzalimi pengguna hak pemakai jalan umum yang digunakan oleh masyarakat.

“Kami ingin PBS, terutama yang berinvestasi di Kabupaten Gunung Mas agar taat dengan UU, PP, dan Perda jalan raya, dimana beban atau kekuatan jalan itu hanya mampu menahan beban 8 ton,” harap Untung.

Sebelumnya Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong meminta, kepada para PBS yang berinvestasi di Gunung Mas, baik sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan agar bisa membantu disaat jalan Kuala Kurun-Palangka Raya mengalami kerusakan kembali.

Penulis: adv/cnb1
Editor: alfrid u gara