Ini Langkah Disbun Riau Kebut Perbaikan Tata Kelola Sawit

Diungkapkan, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulfadli, untuk tahun ini pihaknya telah menargetkan langkah-langkah guna memperkuat kebijakan perbaikan tata kelola perkebunan kelapa sawit ke arah yang lebih baik sesuai denga RAD KSB, diantaranya, akan melakukan pendataan produksi minyak sawit mentah (CPO) tahun 2021.

Lantas, akan menerbitkan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) untuk sebanyak 1.600 petani. Tidak ketinggalan juga kata Zulfadli, bakal menyelesaikan data perizinan Stranas-PK atau komplikasi dan integrasi Izin Lokasi dan Izin Usaha Perkebunan (IUP) Provinsi Riau.

Kami juga akan melakukan pemetaan kebun rakyat di luar kawasan hutan, serta tersusunnya RAD KSB kabupaten/kota  se-provinsi riau, beserta TPD nya, dan mendorong terlaksananya rencana PSR Tahun 2022,” ujarnya secara tertulis kepada InfoSAWIT.

Lebih lanjut kata Zulfadli, pemerintah daerah provinsi juga di tahun ini bakal mewujudkan terlaksananya rencana pembangunan Sarana dan Prasarana (Sarpras) bidang perkebunan, serta terlaksananya rencana Pelatihan Sumberdaya Manusia (SDM) aparatur dan petani perkebunan Provinsi Riau.

Juga akan terus menyelesaikan konflik agraria, dan mendorong bertambahnya Perusahaan Perkebunan dan Pekebun yang mendapat sertifikasi ISPO,”ujar Zulfadli.

Merujuk informasi dari Disbun Riau, data luasan areal perkebunan kelapa sawit di Bumi Lancang Kuning itu sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 833/KPTS/SR.020/M/12/2019, bahwa luas perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia seluas 16.381.959 ha, dan Provinsi Riau merupakan provinsi yang memiliki kebun kelapa sawit terluas di Indonesia yaitu 3.387.206 ha atau 20,08 % dari seluruh total se-Indonesia.

Dimana perusahaan yang memiliki perizinan di Provinsi Riau pada tahun 2022 ini terdapat 388 Unit perusahaan, terbagi atas perusahaan kebun saja 140 unit, perusahaan PKS terintegrasi dengan kebun sebanyak 124 unit, dan perusahaan yang PKS non-kebun sebanyak 124 unit.  “Kapasitas total PKS sebanyak 12.110 ton TBS/jam tersebar di 11 kabupaten/kota,” tutur Zulfadli.

Lantas untuk produksi CPO pada tahun 2019 sesuai data Statistik Perkebunan Riau sebanyak 7.731.097 ton. Produksi CPO tersebut merupakan bagian dari produksi nasional sebesar 47,18 Juta Ton, sehingga share Riau di tingkat nasional mencapai 21.65%.

Dengan begitu besarnya perkebunan kelapa sawit di Riau, serta mulai diterapkan kebijakan RAD KSB di Provinsi Riau, Zulfadli berharap, perkebunan kelapa sawit di Riau bisa terkelola dengan baik dan memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia, dari aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Canalberita.com dengan infosawit.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, 
grafis,  video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab infosawit.com.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.