Harga TBS Turun Drastis, Petani Sawit Merugi

SAMPIT, Canal Berita — Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah mengomentari terkait murahnya harga tandan buah sawit (TBS) yang berimbas dan merugikan petani sawit.

Harusnya pemerintah bisa menyikapi masalah ini, karena sudah berapa bulan ini harga sawit turun drastis, sekarang di tingkat petani ada yang hanya Rp600 per kg,” ungkap Juliansyah, Ketua Komisi II DPRD Kotim, Senin 11 Juli 2022.

Politisi yang juga Sekretaris DPC Partai Gerindra Kotim tersebut menilai harga sawit yang anjlok tentunya berimbas sangat besar terutama terhadap petani pekebun swadaya yang terus mengeluhkan hal ini.

Dia juga menyayangkan tidak ada intervensi harga, sementara mereka yang menjadi petani sawit hanya itu saja harapan selama ini. “Harga TBS tidak sebanding dengan kondisi harga pestisida hingga pupuk di pasaran, padahal sebelumnya sempat mencapai di harga Rp3.100 per kg,” lanjutnya.

Harga TBS saat masih rendah, bahkan terus mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan harga pada beberapa bulan sebelumnya, tentunya pemerintah bisa mengkondisi harga yang cukup untuk petani tersebut.

Dulu petani sawit dapat 1 ton sudah bisa beli 1 sak pupuk, sekarang jika harus membeli pupuk sudah habis uangnya hanya untuk urusan pupuk saja,” pungkas Anggota DPRD Kotim ini.

Sementara itu, Karim salah satu petani sawit di jalan jendral kilometer 18 sampit menjelaskan, bahwa kondisi harga TBS turun dimulai bulan akhir april sebelumnya.

Harganya sangat merugikan lah, apalagi sampai Rp700, Rp600, bahkan sampai Rp500, apalagi sufah beberapan bulan” bebernya.

Ia mengharap pemerintah khusus pemerintah kabupaten Kotim ikut merasakan dan memperjuangkan nasib para petani kepala sawit ini. Apalagi sebelumnya mereka sudah mengeluarkan biaya yang lumayan besar tapi tidak memberikan hasil.

Harapnya semoga semoga ada solusi dari pemerintah, soalnya dari ini merupakan akses satu-satunya bagaimana kita membiayai sekolah anak, hutang di bank, kredit ini itulah,” harapnya. (BS/CNB)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.