Wakil Ketua DPRD Batara Miris Kasus Pencabulan Ayah kepada Anak

MUARA TEWEH, Canal Berita — Kasus pencabulan yang dilakukan ayah kandung kepada anaknya mendapat perhatian dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara Parmana Setiawan ia merasa prihatin dan sangat menyayangkan terjadinya kasus tersebut, menurutnya orang tua adalah sebagai pelindung bagi keluarganya.

Seorang ayah seharusnya menjadi seorang pendidik bagi keluarganya, pemelihara dan pelindung bagi keluarganya. Seorang ayah akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya dalam urusan  rumah tangga yang dibinanya,” ujar Parmana, Rabu 8 Juni 2022.

Dikatakannya, seharusnya hal ini tidak boleh terjadi karena ayah yang normal dan bertanggung jawab mendidik rumah tangganya tidak akan bernafsu melihat anak perempuannya yang merupakan darah dagingnya sendiri.

Tahapan Pilkada 2024

Anak yang seharusnya dilindungi malah justru dirusak dan dihancurkan masa depannya oleh ayahnya sendiri, itu yang menunjukan terjadinya kebejatan dan kerusakan moral yang parah didalam masyarakat kita akhir-akhir ini,” tukas Wakil Ketua I DPRD Barito Utara itu.

Bahkan katanya, tidak akan ada akal sehat atau agama serta adat istiadat yang akan menerima hal semacam ini. Untuk itu kerjasama semua pihak sangat diperlukan guna mengatasi permasalahan ini.

Segala upaya harus dikerahkan oleh semua pihak baik para ulama, pemerintah, tokoh masyarakat dan bahkan seluruh lapisan masyarakat agar kedepannya kejadian tersebut tidak terulang atau semakin meluas,” tambah politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Dijelaskannya hanya orang yang tidak bermoral yang melakukannya kepada darah dagingnya sendiri. Dikutipnya dari pendapat ulama jika seorang ayah yang melakukan perbuatan keji, memperkosa atau berzina dengan anak perempuannya terkena hukuman ta’zir, bukan hukuman hudud zina. 

Hukuman ta’zir adalah hukuman yang diserahkan kepada kebijaksanaan hakim. Hakim diberi kewenangan oleh syariat Islam untuk menentukan hukuman apa yang layak bagi ayah tersebut. Hukuman tersebut mulai dari yang teringan hingga yang terberat yaitu hukuman mati,” jelas Parmana saat menguraikan hukum syariat Islam. (BS/CNB)