Pemko Belajar Pengelolaan Wisata di Bali

PALANGKA RAYA, Canal Berita — Seperti di ketahui bahwa sektor patiwisata merupakan Objek utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Maka dari itu pemko terus belajar untuk mengemvangkannya, dimana baru-baru ini pemko melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Bali, dimana Bali merupakan salah satu daerah yang sukses mengembangkan sektor pariwisatanya.

Seperti yang diungkapkan oleh aggota Komisi C DPRD Kota Palangka Norhaini yang meminta kepada pemerintah daerah belajar pengelolaan wisata seperti di Bali. Karena dari sektor ini akan berdampak banyak salah satunya membantu para pelaku usaha wisata mengemas lokasi dengan menarik.

“Selain wisata kita maju, para pelaku usaha akan mendapatkan dampak positifnya apabila sektor pariwisata di kelola dengan benar, karena selama ini sektor UMKM terlihat berkembang saat sektor pariwisata melejit dan banyak diminati masyrakat,” ungkapnya.

Tahapan Pilkada 2024

Selain itu, poin penting tertarik atau tidaknya masyarakat berkunjung ke objek wisata adalah ditentukan dari pengemasan atau pengelolaan objek wisata yang sedemikian menarik dan suguhan daerah untuk mendukung wisata tersebut.

“Selama ini sudah cukup bagus pengelolaan sektor wisata, mungkin saja hanya perlu adanya penambahan pelayanan dan suguhan, sehingga kedepan akan semakin banyak pengunjung yang berminat datang dan penasaran untuk datang ke wisata kita,” bebernya.

Lebih lanjut, potensi-potensi objek wisata yang cukup banyak, beragam dan unik di Kota Palangka Raya bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik lagi agar bisa menjadi objek wisata unggulan baik di tingkat kota maupun Provinsi Kalteng dan menjadi salah satu tujuan wisatawan.

“Instansi teknis harusnya bisa memberikan pendampingan kepada pengelola objek wisata, untuk mengetahui apa saja perkembangan pembangunan maupun perkembangan lainnya objek wisata yang dikelola,” ungkapnya, Senin (6/5).

Srikandi DPRD Kota ini juga mengungkapkan, dikenal luasnya objek-objek wisata di Kota Denpasar, Bali adalah akibat adanya kolaborasi apik antara pengelola objek wisata dengan pemerintah setempat. Hal itu juga perlu di contoh dan diterap kan sehingga apa yang ingin di tuju oleh Palangka Raya akan tercapai di sektor pariwisata ini.

“Contohnya pengelola mengemas objek wisata beserta informasi dan keunggulan objek wisatanya, sementara itu pemerintah setempat membantu mempromosikan objek wisatanya. Cukup banyak objek wisata air hitam di Kota Palangka Raya, bahkan mulai bermunculan objek – objek wisata baru, dengan begitu saya harap pertumbuhan dan perkembangan objek wisata di Kota Cantik bisa terus menerus mengarah ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (k1)