Pasca Ditegur Gubernur, Korindo Masih ‘Bungkam’ ke Wartawan

PANGKALAN BUN, Canal Berita — Pasca ditegur Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran, PT. Korindo Aria Bimasari (KAB) yang membuka lahan/tanah HGB sekitar 12 hektare untuk lokasi perumahan komersial di pinggir pemukiman warga masyarakat Kelurahan Mendawai, saat dikonfirmasi wartawan sampai sekarang PT. KAB masih ‘Bungkam’ alias belum bisa memberi jawaban.

Kalau mau bertemu langsung dengan Pak Manager silahkan saja ke lapor lagi ke penjagaan di pintu masuk ke ruangan kantor,” kata 2 Satpam yang jaga di pintu gerbang depan PT. KAB kepada beritasampit.co.id, Senin 6 Juni 2022 sekitar pukul 10.00 WIB.

Kemudian awak media Berita Sampit dan rekan wartawan lainnya, sampailah di pintu masuk Kantor PT. KAB, langsung lapor ke Satpam. Setelah menyampaikan identitas nama dan pekerjaan kepada Satpam, kemudian disuruh menunggu.

Tahapan Pilkada 2024

Maaf Pak tidak bisa ditemui Pak Rachmat nya, karena sedang sibuk mengumpulkan data dan memang tidak diberi izin oleh atasannya (atas merupakan orang Korea),” kata Satpam tadi, yang muncul sangat cepat tidak sampai 2 menit.

Kemudian, kata salah seorang staf lainnya (bukan Satpam) juga ikut campur bicara kepada beritasampit.co.id, yang membenarkan Rachmat Efendy Manager Umum PT. KAB tidak bisa ditemui lantaran sibuk. “Mohon maaf ya Pak,“ ucapnya.

Salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Kobar, saat dikonfirmasi beritasampit.co.id tentang kasus lahan HGB yang disewa Korindo akan dijadikan lokasi perumahan, pihaknya akan segera mempelajari permasalahannya.

Ya..ya..saya sudah mendengar hal itu, namun belum saya pelajari permasalahannya. Dan kalau memang ada beberapa wartawan hari ini ada yang sudah konfirmasi ke Korindo, untuk minta jawabannya karena ditegur Pak Gubenur, sebaiknya perusahaan tersebut segera menjawab agar masyarakat Mendawai sekitar pabrik tahu permasalahannya,” ungkapnya.

Seperti telah ditayang beritasampit.co.id, Gubernur H. Sugianto pada Jumat 3 Juni 2022 sore langsung masuk ke lokasi lahan yang telah dibuka oleh Korindo. Gubernur saat itu sempat ‘berang’ ketika menegur 3 orang Korea selaku para Pimpinan PT. KAB.

Lahan kosong yang cukup luas berada di tempat pemukiman masyarakat ini, sebaiknya dibangun sarana Pendidikan (Sekolah) atau sarana kesehatan. Jangan dijadikan lokasi perumahan komersial,” tegas Gubernur, antara lain dalam kalimat yang disampaikan kepada Korindo.

Kemudian salah seorang Manager Senior PT. KAB, usai Gubernur meninggalkan lokasi, membenarkan lahan kosong tersebut akan dijadikan lokasi perumahan.

Tapi maaf lah, saya tidak bisa memberi keterangan lainnya, karena setelah Pak Gubernur meninggalkan lokasi sekarang pun pihak Manajemen Korindo langsung rapat. Nanti jawabannya menunggu hasil rapat selesai,” kata Marsadi. (BS/CNB)