Bangunan di Sekitar Bundaran Tudung Saji Diinstruksikan harus Dibongkar

PANGKALAN BUN, Canal Berita — Pembangunan Rumah dan Toko (Ruko) di sekitar lokasi Bundaran Tudung Saji Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), akhirnya Pemkab Kobar menginstruksikan melalui Dinas PUPR dan Satpol PP harus segera dibongkar.

Karena pembangunan Ruko yang sudah berdiri dengan bentuk rangka bangunan, berada di atas drainase sekunder alias zona hijau yang dibangun oleh Pemkab Kobar.

Kepala Satpol PP Damkar Kobar, Majerum Purni mengatakan dari keseluruhan petak bangunan rumah dan toko yang diketahui milik warga bernama Suhendik (Aleng) sebanyak 7 petak diantaranya belum mengantongi izin.

Tahapan Pilkada 2024

Dengan adanya pelanggaran tersebut, telah diadakan rapat bersama Dinas Teknis terkait, untuk dilakukan penghentian kegiatan pembangunan dan dilakukan penyegelan sampai proses ijin dan permasalahan pelanggaran selesai,” ujarnya, Kamis 9 Juni 2022.

Majerum menjelaskan izin yang dimaksud sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan izin mendirikan bangunan dan retribusi izin mendirikan bangunan Pasal 12 A point (1).

Sebagian bangunan berada di atas drainase sekunder dan hal itu melanggar Perda Trantibum Bab VI perihal tertib jalur hijau, taman dan tempat umum serta bab X perihal tertib bangunan,” ungkapnya.

Selain itu ke 7 ruko tersebut melanggar aturan radius dari bundaran sebagaimana telah diatur dalam Perda Nomor 3 Tahun 2022. Dan rencananya kepada pemilik bangunan ruko tersebut akan dipanggil untuk dimintai klarifikasinya.

Pemiliknya mau kita panggil dulu untuk klarifikasi dan dimintai keterangannya. Jelas, sesuai rekomendasinya bangunan ruko 7 petak tersebut memang harus dibongkar,” imbuh Majerum.

Sebelumnya, kasus pembangunan Ruko yang melanggar aturan tersebut telah dimonitoring langsung oleh rombongan dari Komisi C DPRD Kabupaten Kobar. (beritasampit.co.id, 23 Mei 2022.red ).

Dari hasil monitoring ke lokasi, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kobar Sutiana, dibenarkan bangunan Ruko tersebut berada di atas drainse sekunder yang dibangun Pemkab Kobar. “Hasil dari monitoring akan segera kami laporkan ke Pemkab Kobar melalui dinas terkait,” kata Sutiana.

Saat dikonfirmasi Kamis, 9 Juni 2022, Sutiana sangat mengapresiasi kepada Pemkab Kobar, yang telah mengintruksikan melalui dinas terkait untuk segera membongkar bangunan Ruko tersebut.

Saya salut Pemkab Kobar cepat tanggap, mudah-mudahan kedepannya tidak terulang kembali, ada bangunan yang melanggar aturan,” ujar Sutiana. (BS/CNB)