Pemko Harus Antisipasi Inflasi

Palangka Raya, Canal Berita — Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak terutama sapi, tentunya perlu diwaspadai peredarannya di masyarakat, Selain peredarannya, pemerintah juga perlu memperhatikan inflasi yang terjadi akibat terbatasnya pasokan daging sapi dan tingginya harga di pasaran akibat stok yang terbatas.

Mendengar hal itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Jhony Arianto Satria Putra mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya khususnya untuk dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok untuk mengantisipasi terjadinya inflasi.

“Gubernur Kalteng sebelumnya juga telah menginstruksikan kepada seluruh pemerintah daerah agar menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok untuk mencegah kenaikan harga. Saya sangat setuju dengan hal tersebut. Jaga terus ketersediaan stok barang, jangan sampai sampai terjadi inflasi harga barang, yang salah satunya iyalah daging,” katanya, Senin (23/5).

Tahapan Pilkada 2024

Menurut Jony, berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok perlu dilakukan. Karena saat ini harga daging di pasaran masih tinggi dibandingkan dengan sebelum maraknya wabah PMK dan pembatasan sapi potong yang masuk ke Kota Palangka Raya.

“Masyarakat kita yang dalam lingkup ekonomi menengah ke bawah perlu di perhatikan, karena jika ada kenaikan harga signifikan akan membuat mereka kesulitan. Kita juga perlu awasi pedagang-pedagang yang bandel, yang suka menimbun stok pangan,” tegasnya.

Jhony juga meminta, agar instansi terkait dapat terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kecukupan stok barang dengan berkoordinasi dan bersinergi antar institusi, untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang pangan.

Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkannya agar melakukan kajian terhadap kemungkinan opsi stabilitas harga jangka panjang dengan pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Saya harapkan agar pihak terkait untuk terus rutin berkomunikasi dan menghimbau kepada masyarakat agar dapat bijak dalam berbelanja. Jangan sampai nanti terjadi kelangkaan barang, yang berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok,” tutupnya. (k1)