Kasus Tambang di Katingan, Sporc Panggil Saksi, Irmansyah: Mereka Minta Waktu

KATINGAN, Canal Berita — Penyidik Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (Sporc) Brigade Kalaweit Wilayah I Palangka Raya, Balai Gakkum KLHK Kalimantan pagil sejumlah saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pertambangan ilegal atau ilegal mining di Desa Hampangen, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Gakkum KLHK Seksi I Palangka Raya, Irmansyah kepada canalberita.com saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Selasa 31 Mei 2022 sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut Irmansyah, kasus tersebut masih berproses dan pihak juga berusaha meminta keterangan sejumlah saksi, seperti pemilik perusahaan, pemodal dan pihak perguruan tinggi.

Tahapan Pilkada 2024

“Kita sudah memanggil sejumlah saksi, tetapi ada beberapa meminta waktu untuk hadir. Salah satunya dari pihak Perguruan Tinggi dan kita pun tetap profesional,” ungkap Irmansyah.

Dari perusahaan PT Selo Agung Setiaji (PT SAS) yang bergerak pada pertambang batu tersebut diamankan sejumlah alat berat berupa, dua unit Dum truk, dua unit Whell Loader, satu buku rekapan dan tiga excavator.

Diketahui juga, aktivitas yang dilakukan perusahaan yang sejak November 2021 hingga saat pengungkapan. Bahkan penambangan berada di lokasi penelitian salah satu perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.

“Dalam kasus ini kami sudah menetapkan satu orang tersangka, pelaku berinisial ST yaitu orang yang bertanggung jawab,” cetusnya. (CNB1)