India Berencana Pangkas Pajak Impor Minyak Goreng

CANALBERITA.COM – India berencana memangkas pajak atas beberapa minyak nabati untuk menurunkan harga di pasar domestik setelah terjadinya perang di Ukraina dan larangan ekspor minyak sawit Indonesia membuat harga minyak nabati terus meroket.

India, saat ini sedang mencari cara untuk memungut pajak untuk infrastruktur pertanian dan pembangunan melalui skema cess (potongan pajak) pada impor minyak sawit mentah menjadi 5%, kata pihak yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasi tersebut masih bersifat rahasia. Jumlah pajak baru masih dibahas, kata orang tersebut, seperti dilansir Bloomberg.

Kebijakan Cess tersebut dikenakan di atas tarif pajak dasar untuk barang-barang tertentu, dan digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur pertanian. Sementara Bea Masuk minyak sawit mentah sudah dihapus.

Tahapan Pilkada 2024

India sangat rentan terhadap melonjaknya harga minyak nabati karena bergantung pada impor sebanyak 60% dari kebutuhannya. Harga, terus naik selama dua tahun terakhir, memperpanjang lonjakan setelah invasi Rusia ke Ukraina mengunci ekspor minyak bunga matahari dan Indonesia memberlakukan larangan ekspor minyak sawit untuk melindungi pasar domestiknya.

India telah mencoba untuk menurunkan harga pada kebijakan sebelumnya, termasuk dengan mengurangi bea masuk untuk kelapa sawit, minyak kedelai dan minyak bunga matahari, dan membatasi persediaan untuk mencegah penimbunan. Keberhasilan telah diredam karena langkah-langkah tersebut memicu ekspektasi pembelian yang lebih tinggi, yang selanjutnya mendorong harga internasional.

Pemerintah sekarang mencari untuk memotong bea masuk pada varietas mentah minyak canola, minyak zaitun, minyak dedak padi dan minyak inti sawit menjadi 5% dari 35% untuk membantu meningkatkan pasokan domestik, kata orang-orang.

(sumber: infosawit.com)