Harga Minyak Sawit Naik Tipis di Awal Minggu ini

Jakarta, Canal Berita — Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia naik pada Senin (23/5/2022), terkerek akibat meningkatnya harga minyak nabati lainnya yang menopang pasar, dimana para pedagang juga sedang memantau langkah Indonesia dalam upaya penerapan kewajiban pemenuhan pasokan minyak sawit domestik.

Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Agustus 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 58 per ton atau naik sekitar 0,95%, menjadi RM 6.167 (US$1.405,10) per ton pada awal perdagangan.

Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, paska membuka keran ekspor pemerintah Indonesia kembali menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) untuk pemenuhan pasokan minyak sawit dalam negeri.

Tahapan Pilkada 2024

Langkah yang diambil Indonesia tidak menyurutkan pemerintah Malaysia selaku produsen minyak sawit kedua di dunia untuk meningkatkan volume ekspornya, setelah sebagian pasar minyak sawit di India beralih ke negeri Jiran .

Ekspor minyak sawit Malaysia periode 1-20 Mei naik antara 28% dan 32,6% dari minggu yang sama di bulan April, catat surveyor kargo minggu lalu.

Kontrak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 naik 1,2%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 1,8%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,2%.

Analis Teknis Reuters Wang Tao mencatat  harga minyak kelapa sawit mungkin akan tetap di RM 6.354 per ton, naik setelah sempat melorot menjadi RM 5.925 per ton pada 20 Mei lalu.

(sumber: infosawit.com)