Penyidik Jerat Pasal Berlapis, Yanto Terancam Hukuman Mati

CANALBERITA.COM – Setelah melakukan penyelidikan cukup panjang kasus pembunuhan korban bernama Sarwani yang ditemukan membusuk di Jalan Bukit Pinang 1, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya pada 10 Mater 2022, penyidik Satreskrim Polresta Palangka Raya menyimpulkan pembunuhan tersebut adalah berencana.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Budi Santosa kepada awak media saat memimpin press release di Lobi Mapolres setempat, Rabu 13 April 2022 pagi.

Menurut Budi, otak dari pelaku pembunuhan adalah Yanto alias Anto, dimana permasalahan bermula utang piutang korban dengan tersangka ini. Kemudian tersangka ini mengajak teman-temannya untuk membunuh korban, dengan memperintahkan membawa senjata tajam dan dan peralatan lainnya.

Tahapan Pilkada 2024

“Karena berencana jadi diterapkan Pasal 340 Jo 338 Jo 170 Ayat (3) Jo 353 Ayat (3) Jo 351 Ayat (3) Jo 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara maksimal seumur hidup,” cetus Kapolresta Palangka Raya.

(FOTO: HERIYANTO)

Dijelaskan Kapolresta, selain dari otak pelaku pihaknya juga berhasil menangkap rekannya Sutrisno alias Lacuk (40), Muhammad Yamin alias Amat Cingui (32), Murdani alias Muhur (33), Aditya Dwi alias Bagong (31), Muhammad Taupik alias Upik (30) dan satu pelaku bernama Udin kini masih buron,” sebutnya.

Pada kasus tersebut berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit senapan angin PCP merk EDGUN, satu unit mobil Honda Brio warna orange Nopol KH 1861 AS, satu unit Honda HRV warna hitam Nopol KH 1594 TT berikut barang bukti lainnya.

“Kawanan pelaku kita tangkap ketika ingin melarikan diri. Yanto kami tangkap ketika berada diatas Kapal Muatan Dharma Rucitra 1 tidak sampai 1 x 24 jam sesudah ditemukannya mayat,” imbuhnya. (CNB1)