Pemilik Bangunan Liar di Sampit Diberi Waktu hingga Usai Lebaran, Ngeyel Dibongkar Paksa

CANALBERITA.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Timur, terus melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) dan Surat Edaran Bupati Kotim, tentang memanfaatkan ruang milik jalan, kepada pemilik bangunan liar tak berizin yang ada di Kota Sampit, Rabu 20 April 2022.

Untuk sasaran kali ini, petugas menyasar pada bangunan liar yang berada di seputaran Bundaran Belanga hingga ke perbatasan pengeringan Jalan Jenderal Sudirman KM 4,5 Sampit-Pangkalan Bun.

Kepada para pedagang atau pengusaha yang membangun diatas drainase, trotoar maupun dibadan jalan kita beri waktu 14 hari, mungkin sampai akhir lebaran untuk membongkar sendiri. Kalau masih ngeyel jangan salahkan jika dilakukan pembongkaran,”tegas Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kotim Sugeng Riyanto.

Tahapan Pilkada 2024

Menurutnya, tidak ada larangan dari pemerintah bagi warga membangun usaha maupun berjualan, asalkan tidak berjualan dilokasi atau tempat yang dilarang, seperti badan jalan, trotoar maupun drainase.

Silahkan berjualan asalkan diatas tanah sendiri tidak diatas tanah Pemerintah,”ucapnya.

Sugeng menambahkan, di Kota Sampit banyak ditemukan bangunan liar maupun pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan memanfaatkan ruang milik jalan.

Dengan adanya perda Tibum serta surat edaran Bupati Kotim, maka setelah kebijakan batas waktu yang diberikan setelah lebaran, kepada pemilik bangunan liar maupun pedagang agar bisa mematuhi untuk tidak lagi membuka usaha atau berjualan memanfaatkan ruang milik jalan di kota Sampit ini. (BS/CNB)