Ini 3 Produk Sawit yang Dilarang Ekspor Oleh Jokowi, Ternyata Bukan CPO!

CANALBERITA.COM – Guna mengatasi harga minyak goreng sawit yang terus melambung tinggi di pasar domestic, pemerintah mengambi kebijakan yang tegas dengan melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng sawit.

Merujuk Surat Edaran Ditjenbun No. 165/KB.020/E/04/2022 tentang Harga TBS paska Pengumuman Presiden tentang Pelarangan Ekspor RBD Palm Olein. dalam poin kedua surat edaran tersebut mencatat bahwa, minyak sawit mentah (CPO) tidak termasuk  kedalam  produk sawit  yang di larang ekspor.

Pelarangan ekspor hanya diterapkan kepada Rrefine Bleach Deodorize (RBD) Palm Olein, yang terdapat dalam tiga pos tarif, pertama, HS No. 1511.90.36 (RBD Palm Oil dalam Kemasan berat bersih tidak melebihi 25 kg,  Kedua, HS No.  1511.90.37 (Lain-lain, dengan nilai Iodine 55 atau lebih tetapi kurang dari 60) dan ketiga HS No. 1511.90.38 (lain-lain).

Tahapan Pilkada 2024

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perkebunan (DitjenBun) Kementerian Pertanian, memperoleh informasi bahwa dari beberapa wilayah sentra perkebunan kelapa sawit di berbagai provinsi adanya beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah menetapkan harga beli TBS secara sepihak, dengan kisaran penurunan Rp 300 -1.400/Kg.

Sebab itu melalui Surat Edaran tersebut DitjenBun bersama pemerintah daerah akan mengirimkan surat edaran  kepada  para  Bupati/Walikota  sentra sawit  agar perusahaan sawit  di wilayahnya untuk tidak menetapkan  harga beli TBS pekebun secara  sepihak (diluar harga beli yang telah ditetapkan oleh Tim Penetapan Harga  TBS  tingkat   Provinsi). “Akan memberikan   peringatan atau  memberikan sanksi kepada  perusahaan/PKS yang melanggar ketentuan Permentan  01 Tahun 2018,” catat Surat Edaran yang diperoleh InfoSAWIT, Senin (25/4/2022).

(sumber: infosawit.com)