Harga Minyak Sawit Di Bursa Malaysia Masih Naik

CANALBERITA.COM – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia tercatat naik pada Jumat (8/4/2022), dan bersiap untuk menjadi kenaikan harga mingguan, menyusul adanya kenaikan harga di Chicago soyoil, sementara pihak industri memperkirakan ada peningkatan produksi di Maret 2022 yang lebih tinggi.

Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Juni 2022di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 49 per ton, atau naik sekitar 0,84%, menjadi RM 5.876 (US$ 1.392,42) per ton di awal perdagangan. Selama minggu ini, harga kontrak minyak sawit telah naik sekitar 5,6%.

Dilansir Reuters, Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA) pada hari Kamis (7/4/2022) memperkirakan terjadi peningkatan produksi bulanan mencapai 19% pada Maret menjadi 1,35 juta ton, menurut para pedagang. Perkiraan ini tercatat lebih tinggi dari jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan sekitar 16%.

Tahapan Pilkada 2024

Pedagang sekarang menunggu data resmi dari Dewan Minyak Sawit Malaysia yang akan dirilis pada hari Senin mendatang.

Harga minyak kedelai berjangka Chicago Board of Trade menguat pada hari Kamis (7/4/2022), didukung oleh penurunan produksi di Amerika Selatan dan ekspor AS yang stabil.

Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 0,2% setelah naik 1,7%. Kontrak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 naik 0,8%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 turun 0,5%.

Minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya lantaran mereka bersaing guna memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Analis teknis Reuters Wang Tao mencatat, harga minyak sawit untuk saat ini tidak ada perubahan berada di kisaran RM 5.744 hingga RM 5.966 per ton.

Sementara harga minyak mentah diperkirakan akan turun sekitar 3% pada minggu ini menyusul adanya rencana produsen minyak mentah bakal melepas sekitar 240 juta barrel ke pasar dari cadangan stok guna mengimbangi tidak stabilnya pasokan minyak mentah dari Rusia.

(sumber: infosawit.com)