Dua Tersangka Pengedar Sabu Diringkus di Lokasi Berbeda

CANALBERITA.COM – Dalam kurun dua hari, jajaran Satresnarkoba Polres Pulang Pisau (Pulpis) berhasil meringkus dua orang sebagai terduga pengedar narkotika jenis sabu-sabu di lokasi berbeda.

Kasihumas Polres Pulpis, AKP Daspin menerangkan pada Rabu 6 April 2022 sekitar pukul 20.00 WIB, mereka berhasil meringkus tersangka AR (52) warga Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau di Jalan poros desa.

Ia menjelaskan, penangkapan tersangka berkat laporan masyarakat bahwa TKP sering dilakukan transaksi narkoba sehingga anggota langsung melakukan penyelidikan dan dilokasi ada seseorang laki-laki menggunakan sepeda motor sesuai dengan ciri-ciri yang disampaikan.

Tahapan Pilkada 2024

Tidak ingin kehilangan buruan, anggota yang tiba dilokasi langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik kecil berisi sabu dengan berat 0,14 gram yang disimpan dalam kotak rokok. Kemudian ditemukan uang tunai sebanyak Rp 900 ribu dan satu unit ponsel.

“Kemudian kami melakukan pengembangan di rumah tersangka disaksikan oleh kepala desa setempat, di lokasi kami mengamankan barang bukti lain berupa 1 bong, 1 kotak kacamata, 1 sendok terbuat dari sedotan, 1 korek api dan satu buah pipet kaca,” ucap AKP Daspin.

Selain tersangkan AR pada Jumat 8 April 2022 pukul 22.00 WIB mereka kembali mengamankan seorang tersangka berinisial EW (46) di rumahnya Jalan Trans Kompleks Perumahan Mandiri, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

“Penangkapan tersangka EW adalah hasil pengembangan dari tersangka tersangka AR. Karena dari pengakuan AR dia mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang berada di Banjar Baru, kemudian anggota langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan tersangka EW di rumahnya,” cetusnya.

Dari tangan tersangka EW kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa 1 timbangan digital, 1 pack plastik klip kecil, 1 buku rekening, 1 Hp Samsung, alat hisap, Pipet kaca, korek api, 1 tas kecil warna.

“Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tuturnya. (CNB1)