Disambangi Presiden Israel, Erdogan Geram soal Bentrokan di Al-Aqsa

CANALBERITA.COM – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu timpalannya dari Israel, Isaac Herzog, di Ankara dan membahas bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, akhir pekan lalu.

Dalam perteuan yang berlangsung Selasa (19/4), Erdogan mengatakan dirinya “sangat marah dan kecewa” terkait bentrokan yang menyebabkan 152 warga Palestina terluka itu. Selain di Al-Aqsa, Erdogan juga mengangkat bentrokan Israel vs Palestina di Tepi Barat.

“Bertemu dengan Pak Herzog dan saya mengutarakan beberapa hal, di antaranya kami sangat kecewa dengan fakta lebih dari 400 warga Palestina terluka dan 18 orang lainnya tewas termasuk anak-anak dalam insiden yang terjadi di Tepi Barat dan Masjid Al-Aqsa di awal bulan suci Ramadan ini,” kata Erdogan melalui kicauannya di Twitter.

Tahapan Pilkada 2024

Erdogan juga mengungkapkan rasa miris dan amarahnya melihat kelompok-kelompok fanatik menyerbu Masjid Al-Aqsa saat salat subuh pada Senin (18/4) dan hari sebelumnya.

“Serangan oleh kelompok-kelompok fanatik di Al-Aqsa dalam beberapa hari terakhir dan kekerasan yang menyebar ke Gaza juga mengecewakan,” paparnya menambahkan.

Erdogan pun mendesak Israel pentingnya “tidak membiarkan provokasi dan ancaman terhadap status dan “spiritualitas Masjid Al-Aqsa” dalam waktu sensitif seperti ini.

Dikutip Reuters, sejak Jumat pekan lalu, bentrokan antara warga Palestina dan Israel terjadi di Al-Aqsa, Warga Palestina melempar batu hingga menyebabkan tindakan keras polisi antihuru-hara Israel.

Menurut kepolisian Israel, puluhan orang bertopeng menyalakan kembang api di masjid tersebut. Setelah itu, massa mulai melemparkan batu ke Tembok Barat, yang adalah tempat paling suci bagi umat Yahudi.

Beberapa saksi mata mengaku warga Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel yang membalas mereka dengan peluru karet dan granat kejut.

Bentrok ini terjadi kala festival Paskah bagi umat Yahudi dan Kristiani berlangsung di bulan suci Islam, Ramadan.

Sementara itu, relasi Israel dan Turki kerap naik turun dan didominasi persaingan di kawasan. Kedua negara pun kerap bertikai terkait Palestina, di mana Ankara mendukung kelompok Hamas yang dianggap Tel Aviv sebagai teroris.

Pada 2018, Turki dan Israel sempat saling mengusir duta besar masing-masing.

Turki selama ini mendukung Palestina dan solusi dua negara dalam penyelesaian konflik ini.

Ankara yakin pemulihan hubungan Rusia-Turki dapat membantu menemukan solusi bagi perdamaian Israel-Palestina.

(sumber: cnnindonesia.com)