Aset Investasi Bodong Disita, Polda Kalteng Dalami Kekayaan Vito dan Bella

CANALBERITA.COM – Kasus investasi bodong yang melibatkan Vito Siagian dan Bella Cicilia masih terus didalami pihak penyidik dari Ditreskrimsus Polda Kalteng. Pasalnya, korban dari kedua tersangka tersebut diduga ratusan orang di seluruh Indonesia.

Bahkan, Bareskrim Mabes Polri turut melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka karena disinyalir melakukan penipuan di selurah wilayah Indonesia yang diduga kerugian ratusan miliar rupiah.

Tersangka Vito dan Bella sediri ditangkap ditempat persembunyiannya luar Kalimantan setelah para korban melaporkan kepada polisi, karena merasa ditipu oleh tersangka setelah menyetorkan sejumlah uang.

Tahapan Pilkada 2024

Dari hasil pemeriksaan mendalam terhadap kedua tersangka, penyidik Ditreskrimsus Polda Kalteng berhasil menyita dua lembar ATM Paspor Platinum Debit BCA atas nama Vito, satu lembar ATM Mastercard Debit BRI atas nama Vito.

Selain itu, polisi juga menyita satu lembar ATM Visa Platinum Debit Mandiri atas nama Vito, tiga unit handphone, satu unit laptop Lenovo Merk 81TK, satu bundel surat pernyataan penguasaan tanah milik Vito dengan luas 2.250 M2.

Dan juga menyita satu bundel surat pernyataan penguasaan tanah milik Bella dengan luas 22.250 M2, satu Unit Mobil Honda Brio Satya, satu unit sepeda motor merk yamaha NMAX, satu bundel fotocopy sertifikat hak milik (SHM) atas nama Bella dengan luas 570 M2 dan satu bundel fotocopy sertifikat hak milik (SHM) atas nama Bela dengan luas 560 M2.

“Kasusnya masih pendalaman dan kedua tersangka sempat dibawa ke Mabes Polri menjalani pemeriksaan, karena diduga mereka berdua disinyalir melakukan penipuan di sejumlah tempat. Kita pastikan dalam penanganannya kasusnya sangat profesional,” ucap Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes K Eko Saputro mewakili Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto, Jumat 1 April 2022.

Ia menyampaikan, kasus penyelidikan masih dilakukan dan juga mengumpulkan sejumlah korban yang kemungkinan masih banyak belum melaporkan kasus tersebut.

“Kami sampaikan, Polda Kalteng juga memiliki Satgas Investasi Bodong dengan bekerjasama dengan OJK dalam melakukan pemantauan wilayah. Namun kami mengimbau kepada masyarakat jangan mudah dengan investasi dengan iming-iming apa pun sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya. (CNB1)