Zelensky Desak Pemimpin Eropa Bertindak sebelum Bencana Nuklir Terjadi

CANALBERITA.COM – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mendesak pemimpin Eropa untuk segera bertindak sebelum “bencana nuklir” terjadi menyusul kebakaran di PLTN Zaporizhzhia akibat gempuran Rusia pada Jumat (4/3).
“Tidak ada negara selain Rusia yang pernah menembak reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir. Ini pertama kali, pertama kali dalam sejarah,” kata Zelensky, seperti dikutip CNN.

Ia kemudian mendesak pemimpin Eropa untuk “sadar sekarang” dan menghentikan pasukan Rusia “sebelum ini menjadi bencana nuklir.”

Dalam unggahan di Facebook, Zelensky juga menuduh Rusia sengaja menembaki Zaporizhzhia agar memicu kebakaran di PLTN terbesar Eropa tersebut.

Tahapan Pilkada 2024

“Tank-tank Rusia yang dilengkapi pencitraan termal. menembaki situs atom. Mereka tahu apa yang mereka tembak. Mereka telah bersiap untuk (serangan) ini,” tuturnya.

Zelensky menilai, serangan Rusia terhadap pembangkit listrik ini merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan dapat membawa kehancuran.

“Ada 15 reaktor nuklir di Ukraina. Jika salah satu dari mereka meledak, itu adalah akhir dari semua orang, akhir dari Eropa,” katanya.

Selain itu, Zelensky menyinggung tragedi PLTN Chernobyl dan korbannya. Tragedi ini terjadi pada era Uni Soviet dan membuat 200 ribu orang harus diungsikan akibat radiasi nuklir.

“Untuk seluruh warga Ukraina, untuk seluruh warga Eropa, untuk semua orang yang mengetahui kata ‘Chernobyl,’ berapa banyak korban akibat bencana itu,” tuturnya.

Sementara itu, situasi di PLTN Zaporizhzhia sudah membaik. Tim pemadam kebakaran dilaporkan sudah berhasil mematikan api di PLTN tersebut.

Pasukan Rusia sempat menghalau pergerakan pasukan pemadam kebakaran Ukraina dengan tembakan. Namun, penembakan ini disebut sudah berhenti.

(sumber: cnnindonesia.com)