Temukan Kembali Buaya Mati di Sungai Mentaya, BKSDA Masih Cari Penyebabnya

CANALBERITA.COM – Menindaklanjuti dari laporan dan video yang beredar di Media Sosial (Medsos), tentang kematian seekor buaya yang hanyut di sungai mentaya, pada Minggu 27 Maret 2022, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit,bersama Manggala Agni Samuda langsung bergerak menuju lokasi ditemukannya bangkai buaya di perairan Dusun Babirah, Desa Bapinang Hilir, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Ini kejadian yang kedua dan lokasi masih berdekatan dengan temuan bangkai buaya yang pertama. Kami masih penasaran dengan kejadian dan penyebabnya, karena tidak ditemukan luka dari benda tajam atau sejenisnya di badan buaya,” kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit Muriansyah, saat dikonfirmasi media ini.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, buaya yang mati tersebut berjenis buaya muara dengan panjang 2,1 meter.

Tahapan Pilkada 2024

Bangkainya sudah berbau busuk dan kulit bagian luar sudah mulai mengelupas,” ujarnya.

Karena lokasi penemuan bangkai berada di perairan pemukiman, maka kita tarik ke arah Pulau Hanaut. Kelokasi yang tidak ada pemukiman warga. Bangkai kita ikat dibagian kaki dan badan lalu diikatkan ke dahan pohon tepi sungai. Tidak dapat di lakukan proses penguburan karena di khawatirkan bangkai hancur saat di angkat,” sambungnya.

Dalam peristiwa ini, pihak BKSDA tetap berupaya melakukan penyelidikan apa yang menjadi penyebab kematian predator tersebut.

Kita memang masih terkendala peralatan dan SDM. Karena belum mengetahui apa yang menyebabkan buaya itu mati, apakah karena racun atau setruman. Ini harus ada dokter hewan yang menanganinya, sebab harus melalui proses otopsi dan lain-lain yang harus dilewati,” pungkasnya. (BS/CNB)