Rusia Rudal Sekolah Mariupol Diyakini Tampung Ratusan Warga Ukraina

CANALBERITA.COM – Pasukan Rusia dilaporkan membombardir sebuah sekola seni di Kota Mariupol, Ukraina, yang diyakini menjadi tempat penampungan ratusan warga pada Minggu (20/3) pagi.

Dewan Kota Mariupol menuturkan sekitar 400 orang berlindung di gedung sekolah tersebut.

Citra satelit yang dirilis Dewan Kota Mariupol menunjukkan dua pertiga bangunan hancur total akibat gempuran Rusia.

Tahapan Pilkada 2024

Salah satu penasihat Wali Kota Mariupol, Petro Andrushenko, mengatakan pihak berwenang masih berjuang mencari informasi tepat berapa orang yang selamat dari bombardir Rusia tersebut.

“Sejauh ini, tidak ada data operasional yang pasti tentang berapa banyak orang yang bersembunyi di tempat penampungan atau jumlah korban. Saya berharap kita akan mengetahuinya nanti hari ini. Tetapi situasinya sulit dan tidak ada tempat untuk mendapatkan datanya,” kata Andrushenko seperti dikutip CNN.

Mariupol menjadi salah satu kota di Ukraina yang terus digempur habis-habisan oleh pasukan Rusia sejak invasi berlangsung pada 24 Februari lalu.

Empat hari lalu, Rusia juga menggempur sebuah teater di kota itu yang diyakini menampung hingga 1.300 penduduk yang mencari perlindungan.

Hingga kini, belum ada jumlah pasti soal korban dan warga yang selamat dari gempuran Rusia itu.

“Kota ini terus dikupas baik dari langit maupun dari laut,” tulis Andrushenko di saluran Telegramnya.

“Tampaknya penjajah sangat ingin memusnahkan Mariupol sehingga mereka siap untuk menutupi diri mereka dengan api,” paparnya menambahkan.

Rusia juga mendesak wargakota pelabuhan di timur Ukraina itu menyerah dan meletakkan senjata jika ingin mendapat “pengampunan”.

Rusia menuturkan akan membuka jalur kemanusiaan untuk mengevakuasi warga di Mariupol.

“Letakkan senjata Anda,” kata Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev, direktur Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia, seperti diberitakan Reuters.

“Bencana kemanusiaan yang mengerikan telah berkembang. Semua orang yang meletakkan senjata dijamin bisa keluar dari Mariupol dengan aman,” katanya lagi.

Sebagian warga Mariupol bahkan disebut dipaksa evakuasi ke wilayah Rusia meski bertentang dengan keinginan mereka.

Dewan kota menuturkan, warga Mariupol yang ditangkap kemudian dibawa ke kamp untuk dicek ponsel dan dokumennya oleh pasukan Rusia. Lalu, mereka diarahkan ke sejumlah kota terpencil Rusia.

(sumber: cnnindonesia.com)