Rusia Geram Biden Sebut Putin Penjahat Perang: Tak Bisa Dimaafkan!

CANALBERITA.COMPernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai penjahat perang memicu reaksi kemarahan dari Rusia. Rusia menyebut pernyataan itu tak dapat dimaafkan.

Seperti dilansir dari AFP, Kamis (17/3/2022), ini merupakan pertama kalinya Biden menggunakan frasa itu untuk menggambarkan Putin. Biden kemudian memperjelas pernyataannya lewat cuitannya bahwa Putin ‘menimbulkan kehancuran dan kengerian di Ukraina – membom gedung apartemen dan bangsal bersalin’.

Mengacu pada laporan bahwa pasukan Rusia menyandera dokter dan pasien di rumah sakit Mariupol, Biden mengatakan bahwa ‘ini adalah kekejaman. Ini adalah sebuah kebiadaban terhadap dunia’.

Tahapan Pilkada 2024

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan Biden ‘berbicara dari hatinya’ setelah melihat gambar di televisi tentang ‘tindakan barbar oleh seorang diktator brutal’.

Rusia buka suara atas pernyataan Putin itu. Juru bicara Putin Dmitry Peskov mengatakan kepada kantor berita Rusia bahwa serangan retorika Biden tidak dapat diterima.

“Itu tidak dapat diterima dan tidak dapat dimaafkan dari kepala negara, yang bomnya telah menewaskan ratusan ribu orang di seluruh dunia,” ujar Dmitry.

Putin sebelumnya memerintahkan invasi besar-besaran ke Ukraina tiga minggu lalu. Dia mengatakan Rusia ingin memaksa perlucutan senjata militer Ukraina dan menggulingkan pemerintah pro-Barat.

(sumber: detik.com)