Pembangunan RS Pratama Selesai, Peresmian Menunggu Persetujuan Kementerian

CANALBERITA.COM – Progres pembangun Rumah Sakit (RS) Pratama Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan sudah selesai. Pasalnya, RS Pratama yang sekian lama dinantikan masyarakat wilayah bagian Hulu Katingan ini diperkirakan sudah beroperasi pada tahun 2022 ini.

Proses pembangunan sejak Januari 2021 tersebut lokasinya berada di kawasan Kilometer 2 arah Tumbang Samba menuju Km 30 arah Sampit, Kotawaringin Timur. Dengan lahan seluas 4,6 hektare dan 4.466 meter kuadrat untuk keseluruhan bangunan.

Bupati Katingan Sakariyas, membenarkan RS Pratama Tumbang Samba memang sudah final proses pembangunannya. Sehingga nantinya dapat beroperasi melayani pasien rujukan dari berbagai Puskesmas dari bagian wilayah hulu Katingan seperti dari Kecamatan Petak Malai, Katingan Hulu, Bukit Raya dan Marikit serta wilayah lainnya.

Tahapan Pilkada 2024

Namun, untuk peresmian operasionalnya kita masih minta izin dengan Kementerian Kesehatan. Terkait kesiapan alat kesehatan dan sebagainya sudah lengkap, jadi tinggal peresmiannya saja. Karena wajib ada persetujuan dari Kementerian Kesehatan,” jelas Sakariyas kepada beritasampit.co.id, baru-baru ini.

Lanjutnya, informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan untuk masalah usulan tersebut sudah diajukan dan tidak lama lagi akan segera diresmikan. “Setelah RS Pratama diresmikan, nanti khusus Puskesmas Katingan Tengah akan kita geser atau relokasikan untuk beroperasi di RS Pratama saja. Mudah-mudahan dalam tahun ini pasti akan diresmikan,” ujarnya.

Sebelumnya laporan dari Sekretaris Dinas Kesehatan Katingan, Glorikus G, mengatakan RS Pratama akan mempekerjakan sebanyak 60 karyawan terdiri dari Tenaga Medis, Paramedis dan Non Tenaga Kesehatan. Dimana sudah diusulkan kepada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Katingan. Sementara, dana yang dialokasikan untuk pekerjaan fisik dan pengadaan alat kesehatan diperkirakan kurang lebih sebesar Rp 42 miliar.

Standar RS Tipe D mempunyai tenaga dokter umum, spesialis penyakit dalam, spesialis kandungan, spesialis anak dan spesialis bedah. Tempat tidur sebanyak 50 unit,” jelas Glorikus G, Minggu 5 September 2021 waktu lalu. (BS/CNB)