Pebalap Indonesia Mario Aji Perbaiki Ritme di Sirkuit Mandalika

CANALBERITA.COM – Pebalap Indonesia Mario Aji mendapat perasaan yang lebih baik dengan motornya saat menjalani sesi latihan bebas Moto3 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, NTB, Jumat.

Menjalani balapan kandang untuk pertama kalinya sekaligus di tahun debutnya di Moto3, Mario melanjutkan proses adaptasinya sejak dipromosikan honda dari kejuaraan CEV Moto3.

Pebalap berusia 18 tahun itu mampu menyelesaikan balapan pembuka musim di Qatar dengan finis P19.

Tahapan Pilkada 2024

Dua pekan berselang, Mario untuk pertama kalinya tampil di depan para penggemar di Tanah Air dan menyelesaikan dua sesi latihan bebas pada Jumat tanpa insiden.

Hujan mengguyur sirkuit di pesisir selatan Pulau Lombok itu pada Jumat pagi yang menyebabkan lintasan separuh basah ketika sesi latihan pertama (FP1).

Dengan kondisi yang kurang kondusif, Mario finis P26 dengan catatan 1:54,223 terpaut tiga detik dari Alberto Surra yang tampil tercepat pada sesi pagi.

Di FP1, saya kewalahan dengan grip karena treknya cukup sulit, separuh kering separuh basah. Saya tidak bisa menemukan ritme yang baik dengan motor saya,” kata Mario dalam keterangan resmi tim di Mandalika.

Ketika kondisi trek kering, Mario memperbaiki catatan waktunya cukup signifikan saat mencetak lap terbaik 1:42,336 atau berjarak 1,376 detik dari pemuncak sesi latihan kedua Andrea Migno.

FP2 sepenuhnya kering dan saya merasa jauh lebih percaya diri. Meskipun posisinya tidak seperti yang saya harapkan, saya senang karena perasaan saya lebih baik ketimbang Qatar.

Layout dari Mandalika sangat menyenangkan, dan saya sangat menikmatinya. Kesimpulannya, ini bukan hari yang baik tapi bukan pula hari yang buruk.

Saya bersyukur dukungan yang saya terima dari para fan, itu luar biasa, tapi saya tidak ingin teralihkan ke sosial media dan fokus ke tugas dari tim akhir pekan ini.”

Team manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama ingin Mario membuat lap sebanyak mungkin di Mandalika, namun lintasan pada pagi hari membuat sang pebalap lebih berhati-hati.

Di siang hari, ketika kondisi berubah kering dia lebih menekan. Ritmenya cukup bagus,” kata Aoyama.

Di pengujung latihan, dia kehilangan sejumlah posisi, tapi mampu melaju sendirian dengan catatan 1:41 namun kesalahan kecil menghalangi upayanya.

Ini baru hari pertama, dan masih banyak ruang untuk perbaikan.” (BS/CNB)