Jumbo! Nilai ‘Harta’ RI di Hulu Migas Capai Rp 875,71 T

CANALBERITA.COM – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat aset Barang Milik Negara (BMN) hulu migas hingga 2021 telah tembus US$ 61 miliar. Angka ini setidaknya setara Rp 875,71 triliun.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa industri hulu migas sepanjang 2021 berhasil menghasilkan penerimaan negara sekitar US$ 13,67 miliar atau setara Rp 196,24 triliun. Dengan penerimaan sebesar itu, aset BMN hulu migas saat ini telah tembus Rp 875,71 triliun.

“Kami laporkan bahwa penerimaan negara dari tahun 2021 US$ 13,67 miliar hampir Rp 200 triliun. Kalau kita lihat melengkapi tadi yang disampaikan pak sekjen ESDM bahwa aset BMN hulu migas ini nilainya adalah US$ 61 miliar,” kata dia dalam Apresiasi Pengelolaan BMN Hulu Migas, Selasa (22/3).

Tahapan Pilkada 2024

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat aset Barang Milik Negara (BMN) hulu migas hingga 2021 telah tembus US$ 61 miliar. Angka ini setidaknya setara Rp 875,71 triliun.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa industri hulu migas sepanjang 2021 berhasil menghasilkan penerimaan negara sekitar US$ 13,67 miliar atau setara Rp 196,24 triliun. Dengan penerimaan sebesar itu, aset BMN hulu migas saat ini telah tembus Rp 875,71 triliun.

“Kami laporkan bahwa penerimaan negara dari tahun 2021 US$ 13,67 miliar hampir Rp 200 triliun. Kalau kita lihat melengkapi tadi yang disampaikan pak sekjen ESDM bahwa aset BMN hulu migas ini nilainya adalah US$ 61 miliar,” kata dia dalam Apresiasi Pengelolaan BMN Hulu Migas, Selasa (22/3).

(sumber: detik.com)