Harga Minyak Sawit Turun 13%, Menyusul Melorotnya Harga Minyak Mentah Dunia

CANALBERITA.COM – Harga minyak sawit mentah mengalami penurunan selama empat hari dengan penurunan sekitar 13%, jauh dari rekor harga tertinggi yang pernah dicapai, karena harga minyak mentah turun dan para pedagang terus mencermati apakah produsen utama Indonesia mengeluarkan lebih banyak izin ekspor.

Kontrak berjangka untuk pengiriman Mei 2022 turun sebanyak 5,7% menjadi RM 5.996 per ton, sebelum ditutup pada RM 6.128. Aksi ambil untung yang berkepanjangan setelah aksi jual pada hari Senin (14/3/2022), ditambah dengan penurunan harga minyak mentah di bawah level psikologis yakni US$ 100/barrel.

Diungkapkan Kepala Strategi Perdagangan dan Lindung Nilai di Kaleesuwari Intercontinental, Gnanasekar Thiagarajan, adanya persetujuan Indonesia lebih banyak mengeluarkan izin ekspor dan ekspektasi kenaikan output Malaysia telah menekan harga.

Tahapan Pilkada 2024

Lebih lanjut kata Thiagarajan, para pedagang akan mengamati angka ekspor dari surveyor di Malaysia guna memiliki gambaran yang lebih jelas tentang persediaan.

Malaysia sebagai produsen terbesar kedua mencatat kegiatan ekspor naik 16% selama 1-15 Maret dari bulan sebelumnya, sedikit lebih lambat dari kenaikan 18% selama 10 hari pertama Maret, data dari Intertek Testing Services menunjukkan pada hari Selasa.

Permintaan di bulan Ramadhan diperkirakan akan meningkat karena harga telah terkoreksi tajam,” kata Thiaragajan seperti dilansir The Edge Markets.

Minyak kelapa sawit, yang digunakan dalam ribuan produk mulai dari margarin hingga lipstik dan pembersih tangan, telah diguncang oleh fluktuasi harga yang fluktuatif, karena investor bereaksi terhadap dampak invasi Rusia ke Ukraina dan kekhawatiran pasokan dari produsen utama Indonesia dan Malaysia. Harga kembali turun setelah naik semenjak awal perang Rusia-ukraina, yang sempat mencapai harga RM 7.268 pada minggu lalu.

(sumber: infosawit.com)