GAPKI Mendukung Peran Perempuan di Sektor Sawit

CANALBERITA.COM – Perempuan telah menjadi bagian penting dalamm sektor perkebunan kelapa sawit. Mereka bekerja di setiap rantai proses, melalui beragam peran. Sebagai pekerja, istri pekerja. Tidak kalah penting, jadi ibu dari generasi pewaris kelapa sawit di masa depan.

Ada jerih payah perempuan dalam ragam kemasyhuran sawit Indonesia.  Kini Indonesia tercatat sebagai penghasil minyak sawit terbesar dunia. Setara dengan 58% dari pasar sawit dunia. Menyumbang devisa ekspor hampir 500 triliun rupiah (2021).

Sawit Indonesia itu serba besar. Besar sumbangan ekonomi dan sosialnya. Namun besar pula tantangannya. Ada tantangan keberlanjutan lingkungan, ekonomi dan sosial-manusia,” kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI, Sumarjono Saragih, dalam keterangan resminya kepada InfoSAWIT.

Tahapan Pilkada 2024

lebih lanjut kata dia, sering dilupakan bahwa sawit dimiliki 42% petani. Selebihnya 58% milik perusahaan. Melibatkan lebih 16 juta pekerja dan 2 juta petani. Struktur kepemilikan yang demikian menjadi tantangan sendiri dalam upaya perlindungan perempuan sawit.

Aspek perempuan menjadi salah satu yang mendesak. Senada dengan studi ILO 2015. Aspek perempuan memiliki dimensi yang luas. Oleh karena itu, kata Sumarjono, GAPKI mencoba sebuah langkah, berinisatif menerbitkan buku sebagai bahan kampanye dan panduan praktis. “Kita beri judul Panduan Praktis Perlingungan Hak Pekerja Perempuan Di Perkebunan Sawit,” ungkapnya.

Buku ini disusun dengan menggandeng serikat buruh lokal Hukatan. Strategi ini kita lakukan karena Hukatan memiliki afiliasi dengan serikat buruh Belanda CNV Internasional. Jejaring yang demikian ini kita perlukan supaya memiliki cakupan publikasi global.

Buku ini sudah dilaunching bulan maret 2021 oleh Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kedua Menteri tersebut memberi apresiasi atas inisiatif yang telah dilakukan tersebut.

Tutur Sumarjono, secara internal, GAPKI juga mendorong anggota 100% mendapat sertifikasi ISPO, dan untuk non anggota GAPKI dan Petani, mesti terus disosialisasikan caranya dengan berbagi praktik terbaik.

Inisiatif kami mungkin bisa jadi inspirasi dan showcase untuk ditampilkan dalam Presidensi G20. Sebagaimana diharapkan Presiden Jokowi, harus lebih banyak aksi. Dan aksi itu sudah kami lakukan sebelum presidensi G20,” tandas Sumarjono.

(sumber: infosawit.com)