Diduga Menjadi Korban Salah Tangkap, Warga Katingan Lapor Oknum Polisi Ke Polda Kalteng

CANALBERITA.COM – Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan datangi Polda Kalteng, khususnya Propam Polda Kalteng pada Jumat 11 Maret 2022 siang.

Kedatangi ibu Garinda (41) didampingi Kepala Desa Tumbang Kalemei Nurjaya Suka adalah untuk mencari keadilan di mata hukum.

Pasalnya, sang suami bernama Jaya alias Aji (42) dituding telah melakukan pencurian buah kelapa sawit milik perusahaan di wilayah tersebut. Tidak sampai disitu, Jaya juga ditangkap dan dijebloskan ke dalam sel tahanan bersama dua rekannya yang lainya.

Tahapan Pilkada 2024

Istri Jaya, Garinda mengatakan, suaminya tidak ada melakukan pencurian buah kelapa sawit yang disebut pihak kepolisian Polsek setempat, namun yang sebenarnya adalah kepala desa Tumbang Kalemei meminta suaminya Jaya untuk mengangkut buah kelapa sawit dikebun beliau bukan di areal perusahaan.

“Kedatangi saya kesini adalah melaporkan oknum penyidik Polsek Katingan Tengah, atas keberatan tindakan pemukulan dan penangkapan suami saya. Karena tidak benar suami nsaya melakukan pencurian buah sawit,” ucapnya.

Ia menambahkan, awalnya ada anak buah dari pak kades datang untuk meminta suaminya mengangkut buah sawit, kemudian suaminya mendatangi pak kades memastikan kebenaran dan dibenarkan pak kades.

“Atas dasar itulah suami saya berani mengangkut buah sawit, tetapi bukan melakukan pencurian sebagai mana yang dituduhkan. Saya minta bebaskan suami saya, tegakan keadilan,” cetusnya.

Ditempatkan yang sama, Kades Tumbang Kalemei Nurjaya Suka membenarkan, bahwa bapak Jaya dan rekannya adalah orang suruhan dirinya untuk mengangkut buah kepala sawit yang sudah dipanen di areal perkebunan milik dirinya.

“Kedatangan kami untuk mencari keadilan atas salah tangkap warga saya yang tiga orang. Mereka itu adalah orang yang saya minta bantu untuk mengangkut buah kelapa sawit milik saya yang sudah dipanen sebelumnya,” terang Kades Tumbang Kalemei.

Menurut Kades, itu daapt dibuktikan dengan kepemilikan surat-surat tanah miliknya yang ditanam kelapa sawit dan juga pekerja panen saat itu.

“Kita bisa hadirkan saksi pemanen jika diperlukan. Lahan saya itu buka sawit saja tetapi ada gedung walet segala macam,” tukasnya. (CNB1)