Kacau! Harga CPO Ambles…Bles

CANALBERITA.COM – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) anjlok  pada perdagangan pagi jelang siang hari ini. Kalangan analis menyebut, harga CPO mulai berbalik tren setelah menguat panjang. 

Pada Rabu (16/2/2022) pukul 08:46 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia tercatat MYR 5.403/ton merosot tajam 4,49%, maklum kemarin harga CPO sempat melonjak tajam di sesi awal perdagangan.

Ke depan, bagaimanakah prospek harga CPO? Apakah tren kenaikan bisa berlanjut atau malah surut?

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga CPO hari ini bisa turun ke MYR 5.217/ton dengan titik support berada di MYR 5.359/ton. Tren naik dari MYR 4.010/ton mungkin telah berbalik arah. Penurunan ke MYR 5.345/ton dapat mengkonfirmasi penembusan di bawah MYR 5.359/ton.

Pada daily chart, harga CPO berulang kali gagal menembus titik resistance di MYR 5.821/ton. Sehingga, adanya proyeksi harga CPO hari ini turun.

Sisi fundamentalnya, Pemerintah India telah menaikkan harga dasar impor minyak sawit, kedelai, emas dan perak karena harga melonjak di pasar luar negeri. India merevisi harga dasar impor minyak nabati, emas dan perak setiap dua minggu dan harga tersebut digunakan untuk menghitung jumlah pajak yang harus dibayar oleh importir.

Kemarin, India mengumumkan bahwa akan mengurangi pajak impor minyak sawit mentah menjadi 5% dari 7,5% yang dimulai pada 12 Februari. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan lebih lanjut kepada konsumen dan menjaga kenaikan lebih lanjut dalam harga minyak nabati di India karena harga CPO kemarin sempat melonjak.

Selain itu, kebijakan untuk memperpanjang tarif dasar bea masuk nol persen untuk minyak sawit mentah, minyak kedelai mentah dan minyak bunga matahari hingga 30 September 2022. Namun, tarif bea masuk untuk minyak sawit olahan sebesar 12,5%, minyak kedelai olahan dan minyak bunga matahari olahan sebesar 17,5%.

Kebijakan itu dapat menjadi sentimen positif bagi para produsen CPO dari Indonesia dan Malaysia, karena India adalah negara importir terbesar dunia. Hal tersebut diharapkan dapat berdampak positif bagi ekonomi Indonesia karena meningkatkan pendapatan ekspor.

Menurut perusahaan inspeksi independent AmSpec Agri Malaysia, ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1-15 Februari naik 23,6% menjadi 496.983 ton dari 402.243 ton.Penurunan harga CPO hari ini mungkin berasal dari peningkatan produksi CPO Malaysia yang naik cukup tinggi hanya dalam 2 pekan.

(sumber: cnbcindonesia.com)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.