Pengemis Berkedok Sumbangan Diamankan Satpol PP

CANALBERITA.COM – Sebanyak 6 orang pengemis dengan modus meminta sumbangan terjaring razia tim gabungan Dinas Sosial dan Satpol PP Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu 26 Januari 2022. Mereka kedapatan telah menjalankan kegiatannya meminta sumbangan disejumlah perempatan Trafick Light di Kota Sampit.

Para peminta sumbangan ini tak berkutik ketika petugas dengan menggunakan mobil pribadi tiba-tiba muncul dan menciduknya. Kemudian mereka diangkut menggunakan mobil operasional Satpol PP ke Kantor Dinas Sosial di Km 6 Sampit.

Kita mendampingi Dinsos melakukan penertiban, hari ini menemukan pengemis yang minta-minta di lampu merah yang dari yayasan Nurul Karomah, mereka ini sudah pernah ditangkap dan ditegur tapi tetap melakukan,” kata Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Sugeng R.

Dia juga menegaskan melakukan minta-minta diperempatan lampu merah di Sampit sangat dilarang, bahkan bisa dikenakan sangsi.

Mereka bisa dikenakan tipiring berupa denda maupun kurungan selama 3 bulan. Sementara ini mereka dilakukan pembinaan akan di Dinsos. Tapi sebelumnya kita meminta BAP atau keterangan dari mereka terlebih dahulu,” paparnya

Untuk memberikan efek jera pada mereka, setelah diperiksa disana nanti kita berikan sanksi pulangnya jalan kaki. Sementara ini dulu sanksinya,” lanjutnya.

Dari 6 orang pengemis yang terjaring, 3 orang diantaranya pemain lama dan 3 orang lagi pemain baru, dan bahkan ada yang masih dibawah umur berusia 15 tahun.

Untuk yayasan nurul karomah ini memang ada. Namun dalih mereka melakukan minta-minta dilampu merah ini karena mempunyai utang, alibinya seperti itu untuk membayari utang, Namun cara seperti tetap tidak dibenarkan dalam aturan kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Resos Tunasosial dan KPO Dinsos Kotim Rosilawati mengatakan, para pengemis tersebut akan dilakukan pembinaan dan pemahaman agar tidak mengulangi perbuatannya.

Terkait ditemukannya seorang remaja di bawah umur, pihaknya akan menawarkan untuk bisa di Bina ke Panti Sosial yang ada di Palangka Raya, untuk bisa mengikuti pelatihan keterampilan seperti menjahit dan otomotif.

Kalau tidak mau dibina kita akan antar ke orang tuanya, dan juga mengingatkan orang tuanya,” katanya.

Kegiatan penertiban ini akan rutin dilakukan oleh Dinsos guna mencegah maraknya Gepeng maupun anak jalanan di Kota Sampit. (BS/CNB)